Laporan Dugaan Provokasi Soal Ijazah Jokowi: Empat Orang Dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat
RAHMADNEWS.COM | JAKARTA - Ketegangan kembali muncul di ruang publik terkait isu lama tentang keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Pada Rabu siang, belasan orang yang tergabung dalam organisasi Pemuda Patriot Nusantara mendatangi Mapolres Metro Jakarta Pusat untuk secara resmi melaporkan empat individu yang diduga menyebarkan informasi provokatif terkait isu ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia itu.
Ketua Umum Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan, memimpin langsung pelaporan tersebut. Dalam keterangannya kepada media, ia menyampaikan apresiasinya terhadap pihak kepolisian yang dengan sigap menerima laporan tersebut.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada aparat penegak hukum yang telah menunjukkan respons cepat. Ini bentuk keseriusan untuk menjaga kondusivitas ruang publik dari hoaks dan ujaran provokatif," ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa polemik mengenai ijazah Jokowi seharusnya sudah ditutup. Menurutnya, Universitas Gajah Mada (UGM) selaku institusi pendidikan tempat Jokowi menempuh kuliah, telah memberikan klarifikasi resmi bahwa Jokowi adalah benar alumnus UGM.
"UGM adalah kampus yang kredibel, berdiri sejak tahun 1949. Pernyataan dari pihak rektorat seharusnya cukup untuk menyudahi polemik yang tidak produktif ini," tambahnya.
Kuasa hukum pelapor, Rusdiansyah, mengonfirmasi bahwa laporan telah diterima dengan nomor registrasi LP/B/978/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA. Ia menyebutkan bahwa keempat terlapor diduga melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan.
"Ada dugaan bahwa pernyataan yang mereka sebarkan berpotensi memicu keresahan publik. Di antara yang dilaporkan terdapat seorang mantan pejabat negara dan seorang perempuan," jelas Rusdiansyah tanpa menyebutkan identitas lengkap para terlapor.
Laporan ini menambah deretan dinamika politik dan hukum yang masih bergulir, bahkan setelah Jokowi tak lagi menjabat sebagai Presiden. Munculnya kembali isu lama tersebut memantik reaksi dari berbagai kelompok masyarakat, baik yang pro maupun kontra terhadap mantan presiden yang dikenal dengan gaya kepemimpinan merakyat tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait proses penyelidikan terhadap laporan tersebut.
Editor : Ricky Sambari
(Red/RH)
What's Your Reaction?




