Mendadahului Di Tikungan, Pengendara Klx Tewas Terlibat Tabrakan Dengan Nmax Di Kalasan
RAHMADNEWS.COM | SLEMAN – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Seorang pengendara sepeda motor Kawasaki KLX berinisial BS (56), warga Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlibat tabrakan dengan sepeda motor Yamaha NMax di Jalan Pakem–Kalasan, tepatnya di Simpang Empat SDN 3 Tamanan, Dusun Tegalrejo, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Selasa (9/6/2026) pagi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika arus lalu lintas di kawasan itu mulai ramai oleh aktivitas masyarakat yang berangkat bekerja maupun mengantar anak ke sekolah.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan dua kendaraan roda dua, yakni sepeda motor Yamaha NMax yang dikendarai YWAM (24), warga Banguntapan, Bantul, dan sepeda motor Kawasaki KLX yang dikendarai korban BS (56).
Menurut hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat Kawasaki KLX yang dikendarai korban melaju dari arah timur menuju barat. Sesampainya di lokasi kejadian, korban diduga berusaha mendahului sebuah mobil yang hingga kini belum diketahui identitasnya.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, pengendara Kawasaki KLX diduga mengambil jalur terlalu ke kanan saat hendak mendahului kendaraan di depannya,” ujar Argo.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju Yamaha NMax yang dikendarai YWAM. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat dan tidak memungkinkan untuk menghindar, tabrakan keras pun terjadi di tengah ruas jalan.
Benturan tersebut mengakibatkan pengendara Kawasaki KLX mengalami sejumlah luka serius. Korban ditemukan mengalami luka lecet pada tangan kiri serta cedera pada bagian dada. Tim medis yang datang ke lokasi menyatakan korban meninggal dunia di tempat kejadian.
“Korban BS meninggal dunia di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Argo.
Sementara itu, pengendara Yamaha NMax mengalami luka yang relatif lebih ringan. Korban menderita luka lecet pada tangan kanan serta memar pada bagian punggung kaki kanan. Saat dievakuasi, kondisi korban masih sadar dan langsung mendapatkan perawatan medis di RS PDHI Kalasan.
Selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kedua kendaraan yang terlibat. Polisi memperkirakan total kerugian material akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp1 juta.
Petugas Satlantas Polresta Sleman yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat berkendara, terutama ketika hendak melakukan manuver mendahului kendaraan lain. Kepolisian mengingatkan bahwa tindakan mendahului harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lalu lintas, jarak pandang, serta memastikan jalur di depan benar-benar aman.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berkendara, serta memastikan kondisi jalan aman sebelum melakukan manuver mendahului kendaraan lain,” tegas Argo.
Ia juga mengingatkan agar para pengendara tetap berada pada jalur yang semestinya dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan persimpangan maupun ruas jalan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Menurutnya, kelalaian sekecil apa pun saat berkendara dapat berujung pada kecelakaan fatal yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Sejumlah barang bukti telah diamankan guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi berharap masyarakat dapat menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar lebih disiplin dan berhati-hati saat berada di jalan raya demi menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih cukup tinggi di wilayah DIY.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat setiap hari, kesadaran berlalu lintas dan kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor utama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan raya.**
What's Your Reaction?




