Duka di Embung Kali Aji, Dua Remaja Tewas Tenggelam Saat Menanti Matahari Terbit

Jun 5, 2026 - 16:31
 0  7
Duka di Embung Kali Aji, Dua Remaja Tewas Tenggelam Saat Menanti Matahari Terbit

RAHMADNEWS. COM | SLEMAN – Suasana pagi yang seharusnya menjadi momen menikmati keindahan matahari terbit berubah menjadi tragedi memilukan di Embung Kali Aji, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (5/6/2026). Dua remaja dilaporkan meninggal dunia setelah tercebur dan tenggelam di embung tersebut, sementara satu rekannya berhasil diselamatkan.

Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 07.09 WIB, tidak jauh dari lokasi awal mereka dilaporkan tenggelam. Kedua korban kemudian dievakuasi ke darat dan dibawa ke Puskesmas Turi untuk penanganan lebih lanjut.

Koordinator Unit Siaga Basarnas Sleman, Dhedi Prasetya, menjelaskan bahwa dalam peristiwa tersebut terdapat tiga remaja yang berada di kawasan Embung Kali Aji. Dua di antaranya meninggal dunia, sedangkan satu orang berhasil selamat.

Korban meninggal diketahui bernama Iwan Yoga (22), warga Canggal, Merdikorejo, Tempel, dan Agus Adi (22), warga Medari RT 03, Caturharjo, Sleman. Sementara korban selamat bernama Kurniawan Dwi Atmaja, warga Medari RT 03, Caturharjo, Sleman.

“Korban meninggal dunia diketahui bernama Iwan Yoga dan Agus Adi. Sementara satu rekan mereka, Kurniawan Dwi Atmaja, berhasil selamat dalam kejadian tersebut,” ujar Dhedi kepada wartawan, Jumat pagi.

Berawal dari Bermain Skateboard

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim SAR, ketiga remaja tersebut sebelumnya menghabiskan waktu dengan bermain skateboard di sekitar kawasan Embung Kali Aji sejak dini hari. Setelah itu, mereka berencana menikmati pemandangan matahari terbit atau sunrise yang memang menjadi salah satu daya tarik kawasan embung tersebut.

Namun nahas, saat mendekati bibir embung dalam kondisi yang masih minim penerangan, dua korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam perairan embung.

“Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Ketiganya sebelumnya bermain skateboard di sekitar embung. Setelah itu mereka hendak melihat matahari terbit dan mendekat ke pinggir embung. Karena kondisi masih gelap, dua korban diduga terpeleset dan tenggelam,” terang Dhedi.

Kondisi gelap serta minimnya visibilitas di sekitar lokasi diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kedua korban tidak menyadari bahaya saat berada di tepi embung.

Operasi Pencarian Berlangsung Cepat

Laporan mengenai adanya korban tenggelam segera diterima oleh tim SAR gabungan dari warga sekitar. Setelah menerima informasi tersebut, personel penyelamat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan persiapan operasi pencarian.

Sekitar pukul 06.15 WIB, tim mulai menyiapkan berbagai peralatan penyelaman yang dibutuhkan. Selanjutnya dilakukan asesmen kondisi perairan untuk menentukan titik pencarian yang dianggap paling memungkinkan.

“Pada pukul 06.15 WIB tim menyiapkan peralatan selam, kemudian pukul 07.00 WIB dilakukan asesmen kondisi perairan. Lima menit kemudian tim penyelam mulai melakukan pencarian di lokasi kejadian,” jelas Dhedi.

Upaya pencarian berlangsung intensif dengan melibatkan penyelam yang menyisir area sekitar titik korban terakhir terlihat. Hanya dalam beberapa menit setelah penyelaman dimulai, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan.

Ditemukan di Kedalaman Tiga Meter

Tim SAR gabungan menemukan kedua korban pada kedalaman sekitar tiga meter dari permukaan air. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal mereka dilaporkan tenggelam.

“Korban ditemukan pada pukul 07.09 WIB di kedalaman sekitar tiga meter. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke darat,” ungkap Dhedi.

Proses evakuasi berlangsung cepat dengan dukungan ambulans yang telah disiagakan di lokasi. Pada pukul 07.17 WIB kedua korban dibawa menuju Puskesmas Turi untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Meski upaya pencarian dan evakuasi dilakukan secara cepat, nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan.

Imbauan Tingkatkan Kewaspadaan

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan perairan, terutama pada waktu dini hari atau saat kondisi pencahayaan masih minim.

Embung Kali Aji selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga untuk berolahraga, berkumpul, maupun menikmati panorama matahari terbit. Namun kondisi tepi embung yang licin dan kurang terlihat saat gelap berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila pengunjung tidak waspada.

Tim SAR mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar waduk, embung, sungai maupun kawasan perairan lainnya serta menghindari aktivitas yang berisiko ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan.

Tragedi yang merenggut dua nyawa muda tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar. Pagi yang semula diharapkan menjadi momen menikmati keindahan alam justru berakhir dengan kehilangan yang menyayat hati di Embung Kali Aji, Turi, Sleman.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow