BBPOM Pekanbaru dan Komisi IX DPR RI Perkuat Edukasi Pangan Aman di Tapung Hulu

May 31, 2026 - 17:33
 0  10
BBPOM Pekanbaru dan Komisi IX DPR RI Perkuat Edukasi Pangan Aman di Tapung Hulu

RAHMADNEWS. COM | TAPUNG HULU – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Komitmen tersebut terlihat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru bersama Ir. H. Sahidin di Dusun 3 Desa Sumber Sari, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di tengah antusiasme masyarakat tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat edukasi kesehatan dan keamanan pangan sebagai fondasi utama pencegahan stunting. Ratusan warga dari berbagai kelompok masyarakat hadir mengikuti sosialisasi, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua yang memiliki balita, kader Posyandu, kader PKK, hingga tokoh masyarakat dan perangkat desa.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut mencerminkan tingginya kesadaran warga terhadap pentingnya pemenuhan gizi yang baik bagi anak sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengawas pangan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui program pemerintah semata. Menurutnya, peran aktif keluarga dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

“Perbaikan gizi dan kesehatan harus dimulai dari keluarga. Desa merupakan garda terdepan dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, BBPOM, dan berbagai pihak terkait harus terus diperkuat agar angka stunting dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Sahidin juga menilai bahwa edukasi yang berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, konsumsi pangan bergizi, serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia di desa.

Sementara itu, narasumber dari BBPOM Pekanbaru, Alex Sander, memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Ia menjelaskan bahwa kualitas pangan yang dikonsumsi keluarga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dalam sesi edukasi tersebut, masyarakat diberikan pembekalan praktis mengenai cara mengenali produk pangan yang layak konsumsi. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah penerapan prinsip “Cek KLIK”, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk obat dan makanan.

Menurut Alex, masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memeriksa kelengkapan informasi pada kemasan produk. Padahal, langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah risiko konsumsi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

“Pangan yang aman dan berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga. Anak-anak membutuhkan asupan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dari bahan berbahaya agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi interaktif. Warga yang hadir tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait keamanan pangan, pemenuhan gizi keluarga, hingga langkah-langkah pencegahan stunting yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat panitia menggelar kuis berhadiah. Puluhan warga berlomba mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan narasumber. Menariknya, sebagian besar peserta mampu memberikan jawaban yang tepat, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan selama sosialisasi berhasil dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Kepala dusun dan sejumlah tokoh masyarakat yang hadir menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka berharap edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan keamanan pangan semakin meningkat.

Melalui kegiatan KIE yang melibatkan berbagai elemen masyarakat ini, BBPOM Pekanbaru dan Komisi IX DPR RI berharap tercipta perubahan perilaku yang lebih baik dalam memilih dan mengonsumsi pangan sehari-hari. Edukasi yang diberikan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan warga, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan semakin kuatnya pemahaman masyarakat mengenai gizi seimbang dan pangan aman, Desa Sumber Sari diharapkan mampu menjadi contoh desa yang mandiri dalam menjaga kesehatan warganya. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya besar mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas stunting di wilayah Tapung Hulu maupun Kabupaten Kampar secara keseluruhan.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow