Rapat Terpadu Cegah Karhutla Digelar, Lintas Sektor Satukan Tekad Hadapi Kemarau 2025

Apr 23, 2025 - 08:03
 0  82
Rapat Terpadu Cegah Karhutla Digelar, Lintas Sektor Satukan Tekad Hadapi Kemarau 2025
rapat koordinasi pencegahan Karhutla yang mempertemukan berbagai elemen penting: dari pemerintah, aparat, hingga relawan di garis terdepan

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Saat langit mulai terasa lebih kering dan angin membawa aroma dedaunan yang meranggas, Kecamatan Payung Sekaki bersiap. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali membayangi. Namun, kali ini mereka tidak tinggal diam. Bertempat di Aula Kantor Camat, Rabu pagi (23/4), digelar rapat koordinasi pencegahan Karhutla yang mempertemukan berbagai elemen penting: dari pemerintah, aparat, hingga relawan di garis terdepan.

Camat Payung Sekaki, Yurika Herian Dani, membuka pertemuan dengan nada tegas namun bersahaja. “Karhutla bukan hanya bencana lingkungan, tapi juga bencana sosial. Kita harus bergerak cepat dan bersama-sama,” ucapnya di hadapan puluhan peserta rapat.

Rapat ini bukan sekadar formalitas. Hadir langsung Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Zarman Chandra, Kabid Pencegahan Damkar Kota Pekanbaru, Said Nurhidayat, Kapolsek Payung Sekaki IPTU Risman Nurhendri, Danpos Ramil Payung Sekaki PELDA Syafril, para lurah, bhabinkamtibmas, babinsa, perwakilan Puskesmas, relawan Kelurahan Tangguh, hingga komunitas Masyarakat Peduli Api.

Dari Waspada Menuju Tindakan Nyata

Dalam suasana rapat yang hangat namun fokus, berbagai strategi diurai. Kapolsek IPTU Risman menyampaikan fakta lapangan: “Kebanyakan titik api berasal dari pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kita sudah mulai gencarkan patroli dan sosialisasi lewat bhabinkamtibmas di kelurahan.”

Sementara itu, PELDA Syafril mengusulkan penetapan posko utama Karhutla di Jalan Riau—pusat strategis bagi mobilisasi cepat. Usul itu langsung didukung banyak pihak.

Kabid Pencegahan Damkar, Said Nurhidayat, menambahkan bahwa selain intervensi teknis, edukasi masyarakat harus diperkuat. “Kita butuh wajah-wajah warga yang jadi duta pencegahan Karhutla di lingkungan masing-masing.”

Zarman Chandra dari BPBD menegaskan urgensi kolaborasi: “Tak ada satu pun instansi yang bisa bergerak sendiri. Kita harus satukan langkah sebelum api lebih dulu menyebar.”

Spanduk Peringatan, Komitmen Terpampang

Sebagai langkah awal, sejumlah spanduk bertuliskan “STOP KARHUTLA” dibagikan dan akan dipasang di titik-titik rawan. Tapi lebih dari sekadar tulisan, spanduk itu mencerminkan komitmen.

Enam poin utama disepakati dalam rapat tersebut: pembentukan Tim Terpadu Karhutla Payung Sekaki, posko induk terpadu, apel kesiapsiagaan, pelibatan relawan dan komunitas, serta kampanye edukatif masif.

Melindungi Masa Depan dari Asap

Bagi Camat Yurika, momen ini lebih dari sekadar agenda tahunan. “Kita ingin anak-anak kita tumbuh di bawah langit yang biru, bukan kabut asap. Kita mulai dari sini, dari Payung Sekaki.”

Langkah kecil ini mungkin tak terdengar keras, namun jika terus dijaga dan diperkuat, ia bisa menjadi benteng besar melawan ancaman Karhutla.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Red/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow