Citra Pemerintah Tercoreng: Warga Kritik Tajam Tumpukan Sampah di Jantung Pusat Administrasi Kota Pekanbaru

Apr 24, 2025 - 05:50
 0  50
Citra Pemerintah Tercoreng: Warga Kritik Tajam Tumpukan Sampah di Jantung Pusat Administrasi Kota Pekanbaru
Gedung perkantoran tenayan kota pekanbaru gedung Lontiak

RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU -  Harapan masyarakat agar pusat pemerintahan Kota Pekanbaru menjadi contoh dalam hal kebersihan dan tata kelola lingkungan tampaknya harus kandas di tengah kenyataan yang memprihatinkan. Ironisnya, justru kawasan perkantoran pemerintah yang seharusnya menjadi wajah kota dan simbol kedisiplinan, kini tercoreng oleh pemandangan yang jauh dari kata layak.

Fenomena memalukan ini tampak jelas di sekitar Gedung Lontiak, salah satu gedung vital di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya. Gedung ini menaungi empat instansi penting: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Pertanahan, Inspektorat, dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Namun alih-alih mencerminkan efisiensi dan ketertiban, kawasan ini justru diwarnai dengan tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung, terabaikan selama berhari-hari.

Pantauan langsung di lokasi memperlihatkan tumpukan kantong plastik, sisa makanan, dan limbah lainnya yang berserakan di sisi luar gedung. Bau tak sedap tercium menyengat, terlebih saat matahari tengah terik. Aktivitas perkantoran tetap berlangsung seperti biasa, namun kepekaan terhadap lingkungan tampak minim. Pegawai berlalu-lalang tanpa menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sekitar.

Seorang warga bernama Effendi, yang sedang mengurus dokumen di Dinas Pertanahan, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya sudah tiga hari berturut-turut ke sini. Sampah itu tetap ada, bahkan mulai berbau busuk. Ini gedung pemerintah, seharusnya menjadi contoh, bukan malah memalukan,” ucapnya dengan nada kesal.

Kondisi ini sangat kontradiktif dengan semangat Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang belakangan gencar menggalakkan gerakan pembenahan sistem pengelolaan sampah kota. Dalam berbagai kesempatan, Agung menyatakan tekadnya menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang bersih dan tertib dalam hal penanganan sampah. Namun sayangnya, semangat tersebut belum sepenuhnya menyentuh ke dalam sistem birokrasi yang ia pimpin.

Pertanyaan besar pun mencuat: di mana peran dan tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkantor di gedung tersebut? Jika pusat pemerintahan saja tidak mampu menjaga kebersihan lingkungannya, bagaimana bisa diharapkan perubahan besar di wilayah-wilayah yang lebih jauh dari pengawasan?

Warga berharap agar pemerintah tidak hanya tampil gencar di media sosial dengan kampanye-kampanye penanganan sampah, tetapi juga menegakkan pengawasan ketat di lapangan. “Pemerintah harus memberi contoh. Jangan malah menjadi sumber masalah. Saya minta wali kota menindak tegas OPD yang abai terhadap kebersihan,” tegas Effendi.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola gedung maupun dinas-dinas yang berkantor di sana. Namun satu hal yang pasti: kebersihan bukanlah tugas petugas kebersihan semata. Ia adalah cermin dari budaya kerja dan kedisiplinan birokrasi.

Tumpukan sampah di Gedung Lontiak bukan sekadar masalah estetika. Ia adalah simbol dari kegagalan membangun etos kerja yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan publik yang layak. Saat masyarakat diminta patuh dan disiplin dalam membuang sampah, pemerintah juga harus mampu menjadi teladan—karena kepercayaan publik dibangun dari hal-hal sederhana, seperti bersihnya halaman kantor pemerintahan.

Editor  :  Ricky Sambari

(Red/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow