Jaga Jogja Sesarengan: Polda DIY Ajak Media Hadirkan Informasi Menyejukkan dan Perkuat Kepercayaan Publik

Jun 9, 2026 - 18:17
 0  5
Jaga Jogja Sesarengan: Polda DIY Ajak Media Hadirkan Informasi Menyejukkan dan Perkuat Kepercayaan Publik

RAHMADNEWS. COM | YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengajak insan pers dan media massa untuk mengambil peran strategis dalam menjaga kenyamanan, ketenteraman, serta citra positif Yogyakarta melalui pemberitaan yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda DIY, Ihsan, saat memberikan sambutan dalam kegiatan “Jaga Jogja Sesarengan” yang digelar di Yogyakarta, Selasa (8/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara aparat keamanan, media massa, akademisi, dan pegiat digital dalam membangun ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam sambutannya, Ihsan menyoroti pesatnya perkembangan media sosial yang telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman bahkan keresahan di tengah masyarakat.

“Perkembangan media sosial saat ini sangat luar biasa. Informasi bergerak begitu cepat dan dapat diakses siapa saja dalam hitungan detik. Namun, tidak semua informasi yang beredar memiliki tingkat akurasi yang baik. Karena itu, media massa harus menjadi penyeimbang dengan menghadirkan informasi yang benar, terverifikasi, dan sesuai fakta,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar demokrasi sekaligus penjaga ruang publik yang sehat. Oleh karena itu, media diharapkan tidak hanya mengejar kecepatan publikasi, tetapi juga mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional.

“Media harus turut serta menciptakan pemberitaan yang nyaman dan menentramkan bagi masyarakat. Mari kita jaga Jogja sesarengan, menjaga Yogyakarta bersama-sama,” tegasnya.

Menjaga Reputasi Kota Pelajar dan Wisata

Lebih lanjut, Ihsan mengingatkan bahwa Yogyakarta selama ini memiliki identitas kuat sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata unggulan nasional. Citra tersebut, menurutnya, perlu dijaga bersama melalui narasi informasi yang proporsional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat luas.

Ia mencontohkan, pemberitaan yang berlebihan atau bernuansa sensasional dapat memengaruhi persepsi masyarakat luar daerah terhadap kondisi keamanan dan kenyamanan Yogyakarta.

“Kalau di Yogyakarta muncul pemberitaan yang terlalu bombastis, tentu orang tua dari luar daerah yang menyekolahkan anak-anaknya di sini bisa merasa khawatir. Demikian juga wisatawan yang berencana datang ke Yogyakarta bisa saja membatalkan kunjungannya hanya karena memperoleh informasi yang tidak utuh,” jelasnya.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun optimisme publik sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas daerah.

Transformasi Media Lokal di Era Digital

Pada kesempatan yang sama, pakar digital branding, Ipan Pranashakti Khudi Iswara Pragolapati, menyoroti tantangan sekaligus peluang besar yang dihadapi media daerah di era transformasi digital.

Ia menjelaskan bahwa media lokal saat ini memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat nasional, bahkan global, melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan penerapan Search Engine Optimization (SEO), Generative Engine Optimization (GEO), dan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan konten dan distribusi informasi.

Menurut Ipan, SEO tidak lagi sekadar menjadi alat untuk meningkatkan posisi artikel di mesin pencari, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun kredibilitas media. Sementara GEO hadir sebagai pendekatan baru yang memungkinkan konten media lebih mudah dikenali dan direkomendasikan oleh sistem kecerdasan buatan generatif yang kini semakin banyak digunakan masyarakat dalam mencari informasi.

“Media daerah memiliki peluang besar untuk naik kelas menjadi media dengan daya saing nasional. Dengan memanfaatkan SEO, GEO, dan AI secara tepat, media lokal dapat meningkatkan jangkauan pembaca, memperkuat kualitas konten, serta membangun kemandirian media dengan sumber daya yang lebih efisien,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penerapan teknologi digital tidak hanya berdampak pada peningkatan trafik pembaca, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan media.

“Dampaknya, media online daerah dapat semakin dikenal di tingkat nasional, meningkatkan keterbacaan, memperkuat kredibilitas, serta membantu membangun persepsi positif mengenai keamanan dan kenyamanan Yogyakarta,” katanya.

Kolaborasi untuk Ruang Informasi yang Sehat

Kegiatan “Jaga Jogja Sesarengan” menjadi refleksi pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital. Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa batas, keberadaan media profesional dinilai tetap menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui semangat kebersamaan yang diusung dalam kegiatan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat terus memperkuat sinergi guna menjaga Yogyakarta sebagai kota yang aman, nyaman, ramah bagi pelajar, serta tetap menjadi destinasi wisata unggulan yang dipercaya masyarakat dari berbagai daerah.

“Jaga Jogja Sesarengan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen bersama untuk menjaga ruang informasi yang sehat demi keberlangsungan citra dan kemajuan Yogyakarta di masa depan.”**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow