Lansia Hilang di Hutan Sanglor Gunungkidul Ditemukan Selamat, Tim SAR Gabungan Sisir Area hingga 700 Meter
RAHMADNEWS.COM | GUNUNGKIDUL – Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang lanjut usia (lansia) yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Sanglor 1, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu (13/6/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Mbah Kliwon (80), warga Hutan Sanglor 1, Girisuko, Panggang. Sebelumnya, pria lanjut usia tersebut dilaporkan hilang sejak Kamis (11/6/2026) setelah meninggalkan rumah dan berjalan menuju kawasan hutan di sekitar tempat tinggalnya.
Koordinator Pos Basarnas Gunungkidul, Sulis Haryanto, mengatakan korban memiliki riwayat pikun sehingga diduga mengalami disorientasi saat berada di kawasan hutan.
“Korban memiliki riwayat pikun dan terakhir terlihat oleh saksi pada Kamis 11 Juni sekitar pukul 07.00 WIB berjalan menuju kawasan hutan dengan mengenakan kemeja warna putih dan celana pendek warna hitam,” ujar Sulis Haryanto, Sabtu (13/6/2026).
Setelah menerima laporan hilangnya korban, Tim SAR Gabungan segera melakukan operasi pencarian. Memasuki hari kedua pencarian, strategi penyisiran diperluas dengan membagi personel ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) guna mempercepat proses pencarian.
Empat SRU ditugaskan melakukan penyapuan darat dengan radius pencarian mencapai 700 meter dari lokasi terakhir korban terlihat. Sementara satu SRU lainnya melakukan pencarian dari udara menggunakan drone termal yang difokuskan di kawasan Kali Ngetok dan area hutan di sekitarnya.
Metode pencarian gabungan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.25 WIB, tim SAR berhasil menemukan korban dalam kondisi hidup dan sadar.
“Pada pukul 08.25 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi survivor dalam keadaan selamat. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Panggang I untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut,” jelas Sulis.
Korban ditemukan di area hutan yang berjarak sekitar 280 meter dari titik terakhir keberadaannya diketahui oleh warga dan keluarga. Setelah dievakuasi, korban langsung mendapatkan penanganan medis guna memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil setelah dua hari berada di kawasan hutan.
Keberhasilan operasi pencarian ini tidak lepas dari kerja sama berbagai unsur SAR, relawan, aparat keamanan, pemerintah kalurahan, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian sejak hari pertama.
Sulis mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan perhatian khusus kepada anggota keluarga yang telah lanjut usia, terutama mereka yang memiliki riwayat pikun atau mudah kehilangan orientasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, khususnya yang memiliki riwayat pikun atau disorientasi, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi keluarga dan lingkungan sekitar untuk lebih memperhatikan aktivitas lansia yang rentan tersesat, terutama di wilayah pedesaan yang berdekatan dengan kawasan hutan maupun perbukitan. Berkat respons cepat dan koordinasi yang baik antarinstansi, Mbah Kliwon akhirnya dapat ditemukan dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarganya.**
What's Your Reaction?




