Riau for Green Tembus Dunia: Gubri Wahid Diundang UNEP ke London

Jun 18, 2025 - 11:40
 0  34
Riau for Green Tembus Dunia: Gubri Wahid Diundang UNEP ke London
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melalui program “Riau for Green” dalam 100 hari kepemimpinannya, berhasil mencuri perhatian dunia

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Gebrakan lingkungan yang diusung Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melalui program “Riau for Green” dalam 100 hari kepemimpinannya, berhasil mencuri perhatian dunia. Tak hanya menjadi sorotan nasional, inisiatif ini juga mengantarkan Provinsi Riau untuk tampil di panggung internasional dalam forum kolaborasi REDD+ yang digagas oleh United Nations Environment Programme (UNEP) di London, Inggris.

Forum bergengsi bertajuk “Peluang Investasi REDD+: Meja Bundar Penawaran dan Permintaan, Kewirausahaan” akan berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2025, bertempat di The Lookout 8 Bishopsgate, London.

Yang membanggakan, seluruh biaya keberangkatan Gubernur Riau beserta delegasi sepenuhnya ditanggung oleh UNEP. Tidak ada sepeser pun dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang digunakan, menjadikan langkah ini sebagai bentuk efisiensi dan diplomasi aktif Pemprov Riau di kancah global.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Embiyarman, menyampaikan bahwa “Riau for Green” merupakan inisiatif lokal yang relevan dengan komitmen nasional dalam Perjanjian Paris. Fokusnya adalah menurunkan emisi karbon dan meningkatkan resiliensi lingkungan.

“Riau punya posisi strategis di level global. Sekitar 64 persen wilayah daratannya merupakan lahan gambut, dan 51 persen dari total gambut di Pulau Sumatera ada di Riau. Ini menjadikan Riau sebagai lumbung serapan karbon dunia,” terang Embiyarman, Rabu (18/6/2025).

Ia menambahkan bahwa gambut yang sehat memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan karbon. Namun jika rusak atau terbakar, justru akan menjadi penyumbang emisi karbon terbesar. Karena itu, kolaborasi internasional diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem gambut serta mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.

Keberangkatan Gubri Wahid ke London membawa misi penting: membuka peluang pendanaan global melalui penguatan skema REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation). Salah satu target besarnya adalah mendatangkan dana hingga USD 30 juta atau sekitar Rp492 miliar. Dana ini akan difokuskan pada tiga pilar utama: pemberdayaan masyarakat, restorasi ekosistem, dan tata kelola lingkungan berbasis kinerja.

“Langkah ini bentuk nyata menjemput bola. Kita membawa rencana aksi daerah, sistem pengukuran dan pelaporan (MRV), serta skema pembagian manfaat (BSM) yang transparan dan adil,” lanjut Embiyarman.

Program ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan fiskal nasional, Pemprov Riau tetap mampu tampil inovatif dan progresif. Gubri Wahid menunjukkan bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan hanya bisa diwujudkan secara lokal, tapi juga mampu menjangkau jejaring internasional, membuka ruang kolaborasi dan investasi untuk masa depan yang lebih hijau.

Melalui forum ini, Pemprov Riau berharap dapat membangun skema investasi hijau berkelanjutan dan sistem pembiayaan berbasis kinerja yang benar-benar memberikan manfaat nyata, baik untuk pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

“Kami ingin menunjukkan bahwa daerah pun bisa bersuara di panggung global jika punya program yang kuat dan komitmen yang jelas,” tutup Embiyarman.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow