Sepekan Operasi Keselamatan Progo 2026, Polres Bantul Tegur 1.155 Pelanggar; 35 Kecelakaan Terjadi

Feb 11, 2026 - 18:14
 0  5
Sepekan Operasi Keselamatan Progo 2026, Polres Bantul Tegur 1.155 Pelanggar; 35 Kecelakaan Terjadi

RAHMADNEWS.COM | BANTUL – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang digelar Polres Bantul mencatat sedikitnya 1.155 pelanggaran lalu lintas hingga hari ketujuh pelaksanaan. Ribuan pelanggar tersebut diberikan sanksi berupa teguran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas di wilayah hukum Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil penindakan selama sepekan sejak operasi dimulai.

“Sedikitnya ada 1.155 pelanggar mendapat teguran,” ujar Rita, Senin (9/2/2026).

Pelanggaran Didominasi Pengendara Roda Dua

Rita menjelaskan, mayoritas pelanggaran yang ditemukan berasal dari pengendara kendaraan roda dua. Jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi yakni tidak menggunakan helm berstandar SNI, kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, serta pengendara di bawah umur.

Menurutnya, kondisi ini masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Penggunaan helm SNI dan kelengkapan kendaraan adalah faktor dasar keselamatan. Kami masih menemukan pengendara yang abai terhadap hal tersebut,” jelasnya.

35 Kasus Kecelakaan, 44 Orang Luka-Luka

Selain mencatat pelanggaran lalu lintas, Polres Bantul juga mencatat adanya 35 kejadian kecelakaan lalu lintas selama sepekan pelaksanaan operasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 44 orang mengalami luka-luka.

Total kerugian materi akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp19 juta.

Data ini menjadi indikator bahwa tingkat kesadaran sebagian masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas masih perlu ditingkatkan, terutama menjelang periode mobilitas tinggi.

Edukasi dan Kampanye Tertib Lalu Lintas

Tidak hanya melakukan penindakan, Polres Bantul juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Rita menjelaskan, selama Operasi Keselamatan Progo 2026 pihaknya aktif melakukan imbauan, penyuluhan, serta pemasangan pamflet di sejumlah titik strategis. Selain itu, petugas juga membagikan brosur, stiker, dan leaflet yang berisi pesan-pesan tertib berlalu lintas.

“Kegiatan edukasi ini dilakukan di beberapa titik strategis, termasuk titik traffic light dan tempat keramaian lainnya, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas,” kata Rita.

Pendekatan humanis tersebut diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas secara berkelanjutan, bukan hanya saat operasi berlangsung.

Cipta Kondisi Jelang Ramadan dan Operasi Ketupat 2026

Operasi Keselamatan Progo 2026 mengusung tema besar terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman, nyaman, serta selamat menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Rita menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Upaya ini merupakan bentuk cipta kondisi bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah agar aktivitas ibadah dan mudik nantinya berjalan tanpa kendala,” imbuhnya.

Operasi Keselamatan Progo 2026 digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dan dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda se-Indonesia.

Dengan masih ditemukannya ribuan pelanggaran dan puluhan kecelakaan dalam sepekan, Polres Bantul mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow