Roy Suryo Tuding UGM Ubah Data Dekan demi Dukung Keaslian Ijazah Jokowi

May 21, 2025 - 00:07
 0  42
Roy Suryo Tuding UGM Ubah Data Dekan demi Dukung Keaslian Ijazah Jokowi
Roy Suryo tuding UGM ubah data dekan demi ijazah Jokowi dalam Rakyat Bersuara, Selasa (20/5/2025) (foto: screenshot)

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Pakar telematika Roy Suryo kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo. Dalam tayangan program “Rakyat Bersuara” yang disiarkan di iNews pada Selasa (20/5/2025), Roy menuding Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan perubahan data di laman resminya demi mendukung keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut.

Dalam pernyataannya, Roy Suryo secara eksplisit menyebut bahwa UGM sebelumnya mencantumkan nama Prof. Dr. Ir. Ahmad Soemitro sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM dari tahun 1970-an hingga 1988. Namun, menurutnya, data itu kemudian diubah secara sepihak.

“Sempat laman ugm.ac.id menuliskan bahwa dekan Fakultas Kehutanan UGM dari tahun 70 sekian sampai 88 adalah Prof. Dr. Ir. Ahmad Soemitro. Bahasa Inggrisnya malah belum diubah, mungkin lupa,” ujar Roy dalam wawancara tersebut.

Ia menyebut bahwa perubahan itu terjadi setelah isu ijazah Presiden Jokowi kembali mencuat ke publik. Nama Ahmad Soemitro, yang sebelumnya tertera, diganti dengan nama Soenardi Prawirohatmodjo—tokoh yang disebut-sebut sesuai dengan yang tertera dalam ijazah Presiden Jokowi.

“Yang jelas, UGM mengubah itu setelah ribut-ribut soal ijazah ini mencuat. Bahkan, 13 tahun setelah Prof. Ahmad Soemitro wafat pada tahun 2009, tiba-tiba dilakukan ralat. Dalam rentang tahun yang sama itu, tiba-tiba muncul nama Pak Nardi di tengah-tengah, lalu balik lagi ke Soemitro. Ini sangat janggal,” ujar Roy.

Tak hanya mempersoalkan data dekan, Roy juga menyinggung adanya dugaan manipulasi data di repository atau pusat penyimpanan skripsi milik UGM. Menurutnya, ada oknum yang diduga sengaja mengubah atau mengatur ulang unggahan skripsi milik Presiden Jokowi.

“Satu lagi yang penting, dalam repository UGM pun kita bisa tahu kapan skripsinya Pak Jokowi di-upload. Saya nggak akan buka semuanya di sini, tapi ada seseorang dari UGM yang melakukan perubahan di tahun 2025 ini. Ini mencurigakan,” tambahnya.

Roy meminta UGM untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai perubahan data tersebut. Ia menilai, jika hal ini tidak segera diklarifikasi secara resmi, maka akan menimbulkan asumsi liar yang bisa mencoreng integritas lembaga pendidikan ternama tersebut.

“Kalau tidak ada klarifikasi, maka akan muncul spekulasi-spekulasi liar. Orang bisa menduga macam-macam. Bahkan, UGM lupa bahwa data versi Bahasa Inggrisnya belum diubah. Tolong ya UGM, tolong agak pinter sedikit lagi dalam mengelola data,” sindir Roy.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Universitas Gadjah Mada mengenai tudingan yang dilayangkan Roy Suryo tersebut. Redaksi telah mencoba menghubungi bagian Humas UGM untuk meminta klarifikasi, namun belum mendapatkan respons.

Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo sendiri sudah beberapa kali mencuat ke publik, meskipun sebelumnya Mahkamah Konstitusi maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyatakan tidak ada masalah administratif terkait dokumen akademik kepala negara.

Pernyataan terbaru Roy Suryo ini diprediksi akan kembali memanaskan wacana publik menjelang tahun-tahun politik, apalagi bila tidak segera dijawab dengan bukti dan penjelasan transparan dari institusi yang bersangkutan.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow