Luhut Pandjaitan: Anggaran MBG Diperkirakan Meningkat Menjadi Rp300 Triliun
RAHMADNEWS.COM | JAKARTA — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan akan menembus angka Rp300 triliun pada tahun 2025. Hal ini disampaikannya dalam forum International Conference on Infrastructure (ICI) yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (12/6).
Menurut Luhut, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp160 triliun untuk pelaksanaan MBG di tahun 2024, dan proyeksi untuk tahun berikutnya menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan target cakupan program yang semakin luas.
"Kami memperkirakan sekitar Rp160 triliun tahun ini dan sekitar mungkin Rp300 triliun tahun depan," ujar Luhut dalam sesi panel yang membahas keterkaitan antara infrastruktur dan pemerataan ekonomi.
Luhut menyebut MBG sebagai program unggulan yang sangat strategis, bukan hanya dalam konteks kesejahteraan rakyat, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, dengan memastikan anak-anak dan ibu hamil mendapatkan asupan makanan bergizi setiap hari, pemerintah tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor pertanian, logistik, hingga jasa kuliner.
"Program ini akan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai daerah. Untuk pertama kalinya, kita melakukan intervensi langsung dalam skala besar terhadap pemerataan ekonomi dari Sabang sampai Merauke," tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu janji kampanye utama Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang akan mulai menjabat pada Oktober 2024 mendatang. Dalam visi-misinya, Prabowo mencanangkan program makan gratis satu kali sehari bagi 82,9 juta penerima manfaat, terdiri dari anak-anak usia sekolah dan ibu hamil di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mencantumkan anggaran awal sebesar Rp71 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 untuk mendanai pelaksanaan awal program MBG. Namun, setelah proses pengkajian dan efisiensi belanja negara lainnya, tambahan alokasi sebesar Rp100 triliun telah disiapkan, sehingga total mencapai Rp171 triliun, dengan kemungkinan terus meningkat seiring dengan perluasan jangkauan program.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan penyesuaian fiskal agar program MBG bisa berjalan tanpa mengganggu stabilitas makroekonomi maupun pengelolaan defisit anggaran.
Meski disambut positif oleh banyak kalangan, pelaksanaan MBG juga menuai sejumlah tantangan. Di antaranya adalah kesiapan infrastruktur distribusi makanan, pengawasan kualitas gizi, serta potensi kebocoran anggaran. Namun pemerintah optimistis bahwa melalui koordinasi lintas kementerian dan pemda, tantangan tersebut dapat diatasi.
"Program ini harus menjadi momentum untuk memperkuat rantai pasok nasional, dari petani, peternak, sampai UMKM katering. Ini bukan hanya soal makan gratis, tapi soal membangun kemandirian ekonomi lokal," tegas Luhut.
Di akhir pernyataannya, Luhut menyampaikan harapan besar terhadap program MBG sebagai transformasi sosial dan ekonomi jangka panjang, sekaligus bukti keseriusan pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




