Ketum PBNU Lantik PWNU Riau Periode 2024–2026, Fokuskan Pendidikan dan Konsolidasi Organisasi
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf dijadwalkan akan melantik secara resmi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau periode 2024–2026 pada Selasa, 27 Mei 2025 mendatang. Pelantikan tersebut akan digelar di Balai Serindit, Komplek Gubernuran Riau, Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru.
Acara pelantikan PWNU Riau kali ini akan berlangsung khidmat dan strategis karena turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting nasional dan daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Umum PBNU yang juga Menteri Sosial Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Saifullah Yusuf, Gubernur Riau, Kapolda Riau, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai mitra strategis NU di Provinsi Riau.
Ketua PWNU Riau terpilih, K.H. Abdul Khalim Mahali, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa momentum pelantikan ini akan menjadi titik awal penguatan peran Nahdlatul Ulama di Riau. “Alhamdulillah, kami telah menjadwalkan pelantikan PWNU Riau di Balai Serindit. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini,” ujar KH Khalim Mahali saat konferensi pers di Sekretariat PWNU Riau, Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Minggu (25/5/2025).
Menurut KH Khalim, dirinya ditunjuk sebagai Ketua PWNU Riau oleh PBNU sejak akhir tahun 2024 untuk memimpin masa transisi selama dua tahun. Meski tergolong singkat, ia menegaskan akan memanfaatkan masa kepengurusan ini untuk menata dan mengokohkan struktur organisasi NU di seluruh tingkatan, mulai dari wilayah, cabang, hingga tingkat kecamatan.
Terkait program kerja prioritas, KH Khalim menyebutkan bahwa PWNU Riau akan menitikberatkan pada dua agenda utama, yaitu pembenahan organisasi dan penguatan bidang pendidikan. “Salah satu program prioritas kami adalah pendirian Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Riau. Alhamdulillah, kita sudah mendapat hibah lahan. Saat ini, kita sedang mempersiapkan administrasi dan perizinannya,” terang KH Khalim.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara NU dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan pihak swasta. “Kami akan membangun kolaborasi strategis untuk memperluas kemanfaatan organisasi kepada umat, baik dalam bidang dakwah, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.
Usai pelantikan, rangkaian kegiatan PWNU Riau akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang akan dilangsungkan di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru. Rakerwil ini diharapkan menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja NU Riau dalam dua tahun ke depan.
Wakil Ketua PWNU Riau, Griven H. Putera, menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelantikan dan Rakerwil telah memasuki tahap final. “Panitia terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Kami juga telah menjalin komunikasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah,” ungkap Griven.
Ia juga mengajak seluruh warga Nahdliyyin dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami berharap pelantikan dan Rakerwil ini menjadi awal yang baik dalam membumikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang ramah, toleran, dan cinta tanah air di Provinsi Riau,” pungkasnya.
Dengan pelantikan ini, diharapkan PWNU Riau semakin kuat dalam peran sosial keagamaan dan menjadi pelopor dalam membangun harmoni, pendidikan yang berkualitas, serta kehidupan masyarakat yang berkeadaban di Bumi Lancang Kuning.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




