Jalan Sehat Kerukunan Lintas Agama Sorong Jadi Simbol Harmoni, Menag Dorong Papua Barat Daya Jadi Role Model Toleransi Nasional
RAHMADNEWS.COM | SORONG — Ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan suku tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Kerukunan Lintas Agama yang digelar di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu (12/12). Kegiatan ini menjadi perwujudan nyata semangat persaudaraan, toleransi, dan kedamaian yang telah lama terbangun di Bumi Cenderawasih, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, bersama Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, serta jajaran pejabat pusat dan daerah. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan komitmen negara dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama sebagai fondasi persatuan bangsa.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kondisi kerukunan umat beragama yang terjalin harmonis di Papua Barat Daya. Ia menilai, toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat bukan hanya slogan, melainkan telah menjadi praktik hidup sehari-hari.
“Ke depan, Papua Barat Daya diharapkan menjadi role model nasional. Jika ingin belajar tentang toleransi, kedamaian, dan keharmonisan hidup antarumat beragama, datanglah ke Papua Barat Daya,” ujar Menag disambut tepuk tangan ribuan peserta jalan sehat.
Jalan sehat kerukunan ini secara simbolis dilepas oleh Menteri Agama bersama Gubernur Papua Barat Daya. Rute yang dilalui memiliki makna mendalam, dimulai dari Gereja Immanuel Kota Sorong dan berakhir di Masjid Raya Kota Sorong. Rute tersebut menjadi simbol kuat persatuan lintas iman, menggambarkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk berjalan bersama dalam semangat kebangsaan.
Menag Nasaruddin Umar hadir didampingi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung. Turut hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Barnabas Dowansiba, para tokoh lintas agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang antusias mengikuti kegiatan hingga garis akhir.
Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa kehadirannya di Papua Barat Daya tidak hanya sebagai tugas kenegaraan, tetapi juga dilandasi kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat Papua. Ia menegaskan bahwa Papua merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dirinya dan dari Indonesia secara keseluruhan.
“Saya merasa berkewajiban datang ke Papua Barat Daya karena saya merasa seperti pulang kampung. Banyak keluarga saya tinggal di Sorong. Saya orang Makassar, dan banyak saudara-saudara kita dari Papua yang sekolah di Makassar. Kami merasa Papua adalah bagian dari diri kami sendiri,” ungkap Menag dengan penuh kehangatan.
Kegiatan jalan sehat ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, menolak intoleransi, serta merawat kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa. Papua Barat Daya kembali membuktikan bahwa harmoni dalam perbedaan bukanlah cita-cita semata, melainkan realitas yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




