Pertamina Hadirkan PLTS di Posko Pengungsian Aceh Tamiang, Cahaya Harapan di Tengah Krisis Pascabencana

Dec 15, 2025 - 13:06
 0  18
Pertamina Hadirkan PLTS di Posko Pengungsian Aceh Tamiang, Cahaya Harapan di Tengah Krisis Pascabencana

RAHMADNEWS.COM | ACEH — PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan dengan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah posko pengungsian terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran PLTS ini menjadi solusi vital di tengah keterbatasan akses listrik dan bahan bakar, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi para pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat.

Sebanyak tujuh paket PLTS disalurkan Pertamina ke wilayah terdampak. Masing-masing unit memiliki kapasitas panel surya sebesar 590 Watt peak (Wp), inverter 1.000 Wp, serta baterai berdaya simpan 2.000 Watt hour (Wh). Selain itu, Pertamina juga menyalurkan tujuh paket lampu Solar LED berdaya 40 watt guna memperkuat penerangan di area pengungsian. Seluruh perangkat tersebut didatangkan langsung dari Jakarta dan dirakit di lokasi oleh teknisi Relawan Perwira Pertamina Peduli.

Proses pemasangan instalasi PLTS dilakukan secara gotong royong oleh tim relawan. Mulai dari perakitan komponen panel surya, inverter, hingga baterai, seluruh sistem dirancang agar dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik di posko pengungsian. Hasilnya, sejak Sabtu (13/12), PLTS telah mulai menerangi posko pengungsian di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa bantuan PLTS tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang secara konsisten dijalankan, khususnya dalam situasi darurat bencana.

“Program ini merupakan wujud kepedulian Pertamina terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Tamiang. Melalui penyaluran PLTS, kami berharap dapat mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan listrik yang sangat krusial bagi pengungsi,” ujar Baron.

Ia menambahkan, kehadiran PLTS di area pengungsian memberikan manfaat signifikan, tidak hanya sebagai sumber penerangan pada malam hari, tetapi juga sebagai sarana pengisian daya telepon seluler yang menjadi alat komunikasi utama bagi pengungsi dan relawan. Setiap unit PLTS mampu menyuplai listrik hingga delapan jam per hari, sehingga aktivitas di malam hari dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

Sementara itu, salah satu Relawan Pertamina Peduli, M. Abassi Ali Bilhadj yang akrab disapa Billy, mengungkapkan rasa harunya saat melihat PLTS berhasil dinyalakan di tengah kondisi pengungsian yang serba terbatas. Menurutnya, proses perakitan satu unit PLTS memakan waktu sekitar dua jam hingga akhirnya dapat diuji coba dan digunakan.

“Terharu sekali. Di saat penggunaan BBM untuk genset harus dihemat, kehadiran PLTS ini sangat membantu pengungsi. Mereka kini bisa melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk, anak-anak juga dapat membaca buku di malam hari dengan tenang. PLTS ini benar-benar ibarat cahaya harapan di tengah tenda pengungsian,” tutur Billy.

Hingga dua pekan pascabanjir bandang, sebagian wilayah Aceh Tamiang masih berada dalam kondisi terisolasi. Akses menuju lokasi terdampak sangat terbatas, di mana sebagian besar wilayah hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sementara beberapa titik lainnya hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Kondisi tersebut menyebabkan distribusi bantuan kemanusiaan berjalan lambat dan penuh tantangan.

Tidak hanya mengalami keterbatasan pasokan makanan, warga terdampak juga harus menghadapi padamnya listrik serta sulitnya mendapatkan air bersih. Dalam situasi tersebut, Relawan Pertamina Peduli terus berupaya hadir di tengah masyarakat Aceh Tamiang dengan menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari pasokan BBM dan LPG, dukungan kelistrikan melalui solar panel, hingga bantuan kesehatan, sanitasi, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi di Indonesia, Pertamina menegaskan komitmennya dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Berbagai program sosial dan lingkungan yang dijalankan Pertamina juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi berkelanjutan Pertamina yang berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta keberlanjutan usaha dan lingkungan. Dalam setiap lini bisnis dan operasionalnya, Pertamina konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Danantara Indonesia, guna memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow