Dies Natalis ke-72 GMNI Riau: Mahasiswa Gaungkan Demokrasi Kritis, Soroti Karhutla hingga Konflik Agraria

Apr 24, 2026 - 17:25
 0  6
Dies Natalis ke-72 GMNI Riau: Mahasiswa Gaungkan Demokrasi Kritis, Soroti Karhutla hingga Konflik Agraria

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU — Semangat demokrasi, kepedulian lingkungan, serta sorotan terhadap isu-isu strategis daerah mewarnai peringatan Dies Natalis ke-72 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Riau yang digelar di rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Riau, Jalan Sisingamangaraja, Pekanbaru, Kamis (23/4/2026) malam.

Kegiatan bertema “Menumbuhkan Kesadaran dan Kebebasan Demokrasi dalam Ruang Diskusi yang Kritis dan Inklusif” ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gerakan mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah dinamika sosial dan politik daerah.

Ketua DPD GMNI Riau, Teguh Azmi, menegaskan bahwa demokrasi tidak dapat dipisahkan dari denyut nadi gerakan mahasiswa, khususnya GMNI, yang sejak awal berdiri konsisten mengawal ruang-ruang kebebasan berpendapat.

“Semangat inilah yang kita gaungkan kembali. Demokrasi tidak bisa dipisahkan dari GMNI. Berbeda pendapat, berbeda pilihan itu hal yang biasa dalam kehidupan demokrasi,” ujar Teguh.

Menurutnya, kader GMNI memiliki tanggung jawab moral sebagai pengontrol sosial, baik di tingkat lokal maupun nasional. Peran mahasiswa, kata dia, tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga harus hadir dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Sebagai kader, kita harus menjadi teladan, mulai dari kontrol sosial di tingkat lokal hingga nasional,” tambahnya.

Dukung Green Policing dan Isu Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga menyatakan dukungan GMNI terhadap berbagai program Polda Riau, termasuk inisiatif Green Policing yang dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami mendukung program-program Polda Riau. Salah satunya Green Policing sebagai upaya pengijauan dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkapnya.

Isu lingkungan menjadi perhatian serius dalam forum tersebut, terutama terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini menjadi persoalan klasik di Riau. Teguh menilai, pencegahan karhutla membutuhkan ketegasan, kolaborasi, dan kesadaran bersama agar bencana kabut asap tidak terus berulang.

“Upaya pencegahan karhutla harus ada ketegasan dan keseimbangan. Apalagi Riau dikenal sebagai provinsi penghasil asap, ini harus menjadi perhatian serius bersama,” tegasnya.

Soroti Konflik Agraria yang Berlarut

Selain isu lingkungan, GMNI Riau juga menyoroti persoalan agraria yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah di Riau. Konflik lahan, menurut Teguh, kerap memicu gejolak sosial jika tidak ditangani secara adil dan berkelanjutan.

Ia menilai, penyelesaian konflik agraria harus mengedepankan keadilan bagi masyarakat serta kepastian hukum bagi semua pihak.

Dorong Pemberantasan Narkoba dan Premanisme

Dalam forum kebangsaan tersebut, GMNI Riau turut mendorong penguatan langkah pemberantasan narkoba dan premanisme. Teguh menegaskan bahwa kedua persoalan ini harus ditangani secara profesional dengan evaluasi yang berkelanjutan agar tidak merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.

“Pemberantasan narkoba dan premanisme di Provinsi Riau harus diperkuat, dilakukan secara profesional, dan terus dievaluasi,” ujarnya.

Komitmen Jaga Kamtibmas dan Penegakan Hukum

Menutup pernyataannya, Teguh menegaskan komitmen GMNI untuk terus mendukung penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Riau. Ia berharap, kolaborasi antara mahasiswa, aparat, dan masyarakat dapat menciptakan situasi daerah yang kondusif.

“Kita juga mendukung penegakan hukum dan kamtibmas agar tetap kondusif,” pungkasnya.

Peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI Riau ini tak sekadar seremoni, melainkan momentum konsolidasi gagasan, penguatan nilai demokrasi, serta pengingat bahwa mahasiswa tetap memiliki peran strategis sebagai penjaga nurani publik di tengah berbagai persoalan daerah.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow