Waspada Demam Berdarah! 1.471 Kasus DBD Terjadi di Riau, 11 Kasus Terdeteksi di Pelalawan Sepanjang April 2025

May 8, 2025 - 09:59
 0  79
Waspada Demam Berdarah! 1.471 Kasus DBD Terjadi di Riau, 11 Kasus Terdeteksi di Pelalawan Sepanjang April 2025
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Provinsi Riau,Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, pada bulan April 2025 saja, terdapat 11 kasus DBD yang terdeteksi

RAHMADNEWS.COM | PELALAWAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Provinsi Riau. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, sejak Januari hingga akhir April 2025, tercatat sebanyak 1.471 kasus DBD yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota di wilayah ini. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus ini terus mengintai masyarakat, terutama saat musim hujan yang menyebabkan genangan air, tempat favorit nyamuk berkembang biak.

Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, pada bulan April 2025 saja, terdapat 11 kasus DBD yang terdeteksi. Kasus-kasus ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pangkalan Kerinci sebanyak 9 kasus, Pangkalan Kuras 1 kasus, dan Ukui 1 kasus. Meski angka ini tergolong rendah dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Riau, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh penyebaran penyakit ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, Asril, M.Kes, saat dikonfirmasi suaraaktual.co pada Kamis (8/5/2025) membenarkan adanya 11 kasus tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada korban meninggal dunia akibat DBD di wilayah Kabupaten Pelalawan. Namun demikian, kewaspadaan dan upaya pencegahan harus tetap ditingkatkan oleh seluruh elemen masyarakat.

“Masyarakat diminta tetap waspada dengan mengutamakan langkah-langkah pencegahan. Mulailah dengan pola hidup bersih dan sehat, menerapkan 3M Plus, dan apabila mengalami gejala demam, segera lakukan pemeriksaan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Jangan menunggu sampai parah,” ungkap Asril.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu langkah paling efektif dalam mencegah DBD adalah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala di lingkungan sekitar. Program PSN ini dikenal luas dengan istilah 3M Plus, yang meliputi:

1. Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, dan tempat air lainnya.

2. Menutup rapat semua tempat penampungan air agar tidak dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

3. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat bertelurnya nyamuk.

Sedangkan “Plus” dalam 3M Plus mencakup langkah tambahan seperti menaburkan larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dikuras, menggunakan kelambu saat tidur, memasang kawat kasa di jendela dan ventilasi, serta menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh.

Terkait dengan permintaan masyarakat soal pengasapan (fogging), Asril menyatakan bahwa fogging bukanlah solusi utama dan hanya akan dilakukan jika telah dilakukan surveilans epidemiologi oleh pihak puskesmas atau rumah sakit, serta setelah mendapatkan koordinasi dari kelurahan dan kecamatan setempat. Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa, namun tidak membunuh jentik nyamuk, sehingga tidak bisa menjadi satu-satunya andalan dalam pencegahan DBD.

“Intinya, setiap masyarakat Kabupaten Pelalawan yang memiliki KTP Pelalawan diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam, apalagi jika gejalanya mengarah pada DBD. Pemeriksaan dan pelayanan kesehatan diberikan secara gratis, jadi jangan ragu atau menunda. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan penyebaran kasus DBD di Pelalawan maupun Riau secara keseluruhan dapat ditekan, dan tidak menimbulkan korban jiwa.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Red/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow