Tari Zapin Massal 6.000 Penari Ukir Rekor Dunia, Riau Tegaskan Kemajuan Berbasis Akar Budaya Melayu

Jan 11, 2026 - 14:39
 0  23
Tari Zapin Massal 6.000 Penari Ukir Rekor Dunia, Riau Tegaskan Kemajuan Berbasis Akar Budaya Melayu

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian budaya Melayu dengan menggelar Tari Zapin Massal yang melibatkan 6.000 penari di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (11/1/2026). Kegiatan spektakuler ini tidak hanya menyedot perhatian ribuan masyarakat, tetapi juga resmi ditetapkan sebagai Rekor Dunia.

Mengusung tema “Bersatu Dalam Gerak Zapin, Lestarikan Budaya Melayu”, ribuan penari yang didominasi perempuan Melayu tampil serempak, rapi, dan penuh khidmat. Gerakan zapin yang khas berpadu dengan busana kebaya labuh kekek, menciptakan harmoni visual yang merefleksikan nilai adat, adab, serta identitas Melayu Riau yang tetap kokoh di tengah arus modernisasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyebut pencapaian ini sebagai sebuah kebanggaan besar bagi masyarakat Riau. Menurutnya, tidak banyak daerah yang mampu menjaga dan menghidupkan budaya lokal secara masif di ruang publik, namun Riau membuktikan hal tersebut masih sangat relevan dan diminati.

“Di tengah modernitas, tidak semua daerah masih berdiri tegak dengan budayanya. Namun hal itu tidak berlaku di Provinsi Riau. Riau memilih jalan yang berbeda. Kita memilih untuk maju tanpa tercerabut, berkembang tanpa meninggalkan akar, dan membangun tanpa mengorbankan nilai,” ujar SF Hariyanto dalam sambutannya.

Ia menegaskan, Tari Zapin bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan simbol nilai kehidupan masyarakat Melayu. Dalam setiap hentakan kaki dan ayunan tangan, terkandung pesan tentang disiplin, kekompakan, serta penghormatan terhadap sesama.

“Tari Zapin adalah wujud keteraturan yang melahirkan keindahan. Zapin mengajarkan bahwa kebersamaan lebih penting daripada menonjolkan diri. Ini adalah filosofi hidup orang Melayu yang relevan sepanjang zaman,” katanya.

Lebih lanjut, SF Hariyanto juga menyoroti busana kebaya labuh kekek yang dikenakan para penari. Menurutnya, pakaian adat tersebut menjadi pernyataan sikap perempuan Melayu Riau di tengah dunia modern yang kerap mengaburkan batas nilai dan norma.

“Di saat dunia berlomba-lomba menampilkan kebebasan tanpa batas, perempuan Melayu Riau justru menunjukkan bahwa kehormatan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Ini pesan penting yang ingin kita sampaikan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemprov Riau ingin memastikan bahwa budaya Melayu tidak hanya hidup dalam seremoni, tetapi hadir nyata dalam kehidupan masyarakat, ruang pendidikan, dan aktivitas publik. Pemerintah, kata SF Hariyanto, berkomitmen untuk terus mendorong peran perempuan Melayu sebagai penjaga nilai dan identitas daerah.

“Pemprov Riau tidak akan membiarkan budaya Melayu hanya hidup di panggung seremonial. Komitmen kami jelas dan terukur. Perempuan Melayu akan terus kami dorong menjadi penjaga nilai, bukan sekadar pelengkap acara,” ungkapnya.

Sementara itu, Senior General Manager Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Triyono, menjelaskan bahwa sejak awal kegiatan ini direncanakan untuk dicatat sebagai Rekor MURI dengan kategori penari zapin terbanyak, yakni 4.000 orang. Namun, jumlah peserta yang melonjak hingga 6.000 orang membuat rencana tersebut berubah.

“Informasi awal yang kami terima hanya melibatkan 4.000 penari. Namun hari ini kami mendapat konfirmasi ulang, jumlah peserta mencapai 6.000 orang. Dengan demikian, rencana Rekor MURI terpaksa dibatalkan,” jelas Triyono.

Ia menambahkan, jumlah tersebut telah melampaui batas rekor nasional dan layak dicatat sebagai Rekor Dunia. Terlebih, Tari Zapin merupakan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang secara historis dan kultural berakar kuat di Provinsi Riau.

“Ini bukan lagi rekor nasional, tetapi sudah masuk kategori Rekor Dunia. Zapin adalah warisan budaya takbenda Indonesia yang identik dengan Riau, dan hari ini Riau mencatat sejarah di mata dunia,” pungkasnya.

Kegiatan Tari Zapin Massal ini pun menjadi penanda penting bahwa pelestarian budaya, jika dikelola secara serius dan melibatkan masyarakat luas, mampu menjadi kekuatan identitas sekaligus kebanggaan daerah di tingkat global. ***

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow