Ruwat Citra Batang: Gerakan Membangkitkan Kebanggaan Dan Jati Diri Masyarakat Batang

Oct 13, 2025 - 10:46
 0  13
Ruwat Citra Batang: Gerakan Membangkitkan Kebanggaan Dan Jati Diri Masyarakat Batang
Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batang atau PMB Dr (HC) Heppy Trenggono

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) menggagas sebuah gerakan kebudayaan dan sosial bertajuk “Ruwat Citra Batang”, yang bertujuan untuk meluruskan sejarah, memperbaiki citra, serta menumbuhkan kembali rasa bangga masyarakat terhadap daerah Batang. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PMB, Heppy Trenggono, usai menggelar dialog tokoh nasional di Ballroom Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Sabtu (11/10/2025).

Dalam sambutannya, Heppy menegaskan bahwa esensi dari program ini bukan sekadar melestarikan sejarah, tetapi membangun kebanggaan kolektif masyarakat Batang yang diyakini menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

“Kebanggaan itu adalah fondasi pembangunan. Kalau masyarakat tidak bangga dengan daerahnya, bagaimana mereka mau berjuang membangunnya,” ujar Heppy penuh keyakinan.

Sebagai penggagas gerakan nasional Beli Indonesia, Heppy menjelaskan bahwa istilah Ruwat Batang memiliki makna upaya memperbaiki dan meluruskan citra yang selama ini kurang jelas. Menurutnya, Kabupaten Batang perlu “diruwat” secara sejarah dan mentalitas agar mampu menemukan kembali jati dirinya.

“Dulu brand Batang tidak jelas, tidak punya identitas kuat. Maka, perlu ada rekonstruksi sejarah dan penguatan citra daerah. Meruwat berarti memperbaiki yang rusak atau tidak utuh, dan itu yang sekarang kita lakukan,” jelasnya.

Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ini juga menuturkan bahwa Batang kerap dianggap sebagai daerah yang baru berdiri secara administratif pada tahun 1966. Padahal, berdasarkan berbagai catatan sejarah, Batang sudah ada jauh sebelum itu dan memiliki kontribusi besar dalam sejarah peradaban di Jawa.

“Bahkan, Batang punya peran penting dalam lahirnya peradaban besar seperti Mataram dan Borobudur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heppy mengungkapkan bahwa fakta sejarah tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang menyebut bahwa Batang sudah eksis jauh sebelum bergabung dengan Pekalongan. Sri Sultan bahkan menyatakan kesediaannya untuk membantu meluruskan sejarah terbentuknya Kabupaten Batang yang kemungkinan telah ada sejak tahun 1614.

Melalui program Ruwat Citra Batang, PMB berharap generasi muda Batang mampu mengenal kembali akar sejarahnya, mencintai daerahnya, serta tumbuh dengan rasa bangga terhadap tanah kelahiran.

“Ruwat Citra Batang adalah ajakan untuk membangkitkan kembali kesadaran bahwa Batang punya sejarah besar, punya potensi besar, dan layak dibanggakan. Kita tidak sedang memulai dari nol, kita sedang melanjutkan kejayaan yang dulu sempat terlupakan,” tegas Heppy.

Selain menyoroti sisi historis, PMB juga menekankan pentingnya rebranding Kabupaten Batang agar lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman, terutama di era industrialisasi dan globalisasi.

“Rebranding ini tidak hanya dalam bentuk citra, tetapi juga dalam mentalitas masyarakat agar siap menghadapi perubahan, terutama di sektor industri dan investasi,” tutup Heppy Trenggono.

Gerakan Ruwat Citra Batang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan baru bagi masyarakat Batang untuk menatap masa depan dengan rasa bangga, berakar pada sejarah yang kuat, dan bermental juara dalam membangun daerahnya.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow