Sekretaris Garda Bangsa Riau Kecam Keras Tayangan Xpose Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama

Oct 14, 2025 - 11:39
 0  16
Sekretaris Garda Bangsa Riau Kecam Keras Tayangan Xpose Trans7 yang Dinilai Lecehkan Ulama

RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU - Sekretaris Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Riau, YS Rendra, turut mengecam keras pimpinan program Xpose di Trans7. Kecaman itu muncul menyusul beredarnya potongan video siaran yang dinilai tidak mendidik dan melecehkan martabat ulama, khususnya terhadap KH. Anwar Manshur, kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

“Kami dari Garda Bangsa menyayangkan tayangan itu. Seharusnya pihak Trans7 melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum menayangkan konten apa pun ke publik. Jangan ujug-ujug menayangkan sesuatu yang justru menyinggung perasaan umat dan merendahkan kehormatan para kiai,” ujar Rendra dalam keterangannya, Selasa (14/10/2025) di Kantor DPW PKB Provinsi Riau, Pekanbaru.

Menurut Rendra, kesalahan tayangan seperti ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut marwah dan kehormatan ulama. Ia menegaskan bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai yang lahir dari rahim para kiai dan pesantren akan pasang badan membela kehormatan ulama.

“Kami dari Garda Bangsa Riau siap mengkonsolidasikan secara nasional gerakan untuk melakukan aksi ke Trans7 jika pihak manajemen tidak segera meminta maaf secara terbuka dan mencabut semua tayangan yang menyinggung KH. Anwar Manshur,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rendra menyarankan agar Trans7 melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim redaksi dan produksi program Xpose. Ia menilai, salah satu langkah konstruktif yang dapat diambil adalah dengan merekrut jurnalis berlatar belakang santri, agar lebih memahami nilai, etika, dan adab dalam tradisi pesantren.

“Santri dididik untuk menjaga adab kepada gurunya, menghormati ilmunya, dan berhati-hati dalam berkata. Kalau nilai-nilai seperti ini dipahami oleh para pekerja media, saya yakin tidak akan muncul tayangan yang menyinggung kiai,” ucapnya.

Selain itu, Rendra juga mengingatkan media massa lainnya agar berhati-hati dan tidak sembarangan dalam meliput dinamika kehidupan pesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan yang telah terbukti istikamah mencerdaskan bangsa bahkan tanpa dukungan publikasi media.

“Pesantren tidak butuh sensasi. Tanpa liputan media pun, pesantren tetap eksis dan terus melahirkan generasi berakhlak. Karena itu, media seharusnya hadir dengan cara yang mendidik dan beretika, bukan justru memancing kontroversi,” tandasnya.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow