Relawan Pertamina Tembus Pelosok Watu Hedok, Bantuan Akhirnya Menyapa Korban Gempa di Puncak Bukit

Aug 26, 2026 - 19:14
 0  6
Relawan Pertamina Tembus Pelosok Watu Hedok, Bantuan Akhirnya Menyapa Korban Gempa di Puncak Bukit

RAHMADNEWS. COM | NTT — Tim gabungan relawan Pertamina Patra Niaga, Pertamina Foundation, dan relawan lokal berhasil menembus Dusun Watu Hedok, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (25/8). Kehadiran tim tersebut menjadi momen penting bagi warga setempat yang sebelumnya belum tersentuh bantuan sejak gempa melanda wilayah tersebut.

Dusun Watu Hedok merupakan salah satu permukiman terpencil yang berada di kawasan perbukitan dan berjarak sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok. Untuk mencapai lokasi, tim relawan membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan melewati medan berat berupa jalan berbatu dan jalur yang sulit dilalui kendaraan.

Perjalanan tersebut tidak berhenti di akses jalan utama. Para relawan masih harus menyeberangi sungai dengan lebar sekitar 100 meter dan kedalaman air mencapai pinggang orang dewasa. Setelah melewati sungai, mereka kembali harus menempuh perjalanan menanjak dengan berjalan kaki sambil membawa berbagai bantuan logistik.

Bantuan yang dibawa antara lain bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, hingga perlengkapan bayi. Seluruh kebutuhan tersebut diangkut secara manual melewati medan yang cukup ekstrem demi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.

Salah seorang relawan Pertamina Patra Niaga dari Regional Jatimbalinus, Erly Yeniska Hermitasari, menggambarkan beratnya perjalanan menuju Dusun Watu Hedok.

“Setelah menyeberang sungai, kami harus menanjak lagi berjalan kaki sampai sandal basah hingga kering sendiri di jalan. Ternyata di atas sana ada area landai yang diisi sekitar 18 bangunan rumah,” ujar Erly.

Menurutnya, posisi rumah warga membentuk pola menyerupai huruf “U”. Di bagian tengah permukiman, warga membuat tenda darurat yang digunakan sebagai tempat beristirahat, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia.

Kondisi warga di dusun tersebut sangat memprihatinkan. Sekitar 45 kepala keluarga (KK) tinggal di kawasan tersebut dengan kondisi yang masih diliputi kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Di antara warga terdapat anak-anak, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan, termasuk warga yang menderita stroke. Keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan membuat kondisi tersebut semakin membutuhkan perhatian dan bantuan segera.

Selain ancaman gempa susulan, warga juga harus menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem. Suhu pada siang hari terasa sangat panas, sementara malam hari berubah menjadi sangat dingin.

Kondisi itu membuat warga memilih tidak tidur di dalam rumah karena khawatir bangunan kembali terdampak apabila gempa susulan terjadi.

“Cuaca di sana sangat ekstrem. Siang hari sangat panas dan malam hari sangat dingin seperti di puncak gunung. Warga tidak berani tidur di dalam rumah karena takut gempa susulan,” kata Erly.

Ia menambahkan, berdasarkan kondisi yang ditemui langsung di lapangan, bantuan yang dibawa oleh tim Pertamina menjadi bantuan pertama yang berhasil menjangkau kawasan perbukitan tersebut.

Warga Sambut Relawan dengan Haru

Kehadiran relawan Pertamina Peduli disambut haru oleh warga Dusun Watu Hedok. Setelah berhari-hari menantikan bantuan, masyarakat akhirnya dapat menerima langsung kebutuhan pokok dan perlengkapan yang sangat mereka perlukan.

Salah seorang warga, Rudoltus Wol, mengaku bersyukur atas kedatangan para relawan. Menurutnya, kehadiran Pertamina memberikan harapan baru bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Pertamina betul-betul peduli dengan kami yang sedang tertimpa musibah saat ini. Puji Tuhan, atas kedatangan Ibu dan Bapak ke sini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan,” ungkap Rudoltus.

Ia mengatakan, tim dari Pertamina Posko Reo menjadi pihak yang berhasil mencapai permukiman mereka secara langsung untuk memberikan bantuan.

“Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang bisa muncul dan sampai ke tempat kami,” lanjutnya.

Bagi warga, kedatangan relawan bukan sekadar membawa bantuan berupa makanan maupun perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Kehadiran tersebut juga menjadi bentuk perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang berada jauh dari akses bantuan.

Pertamina Pastikan Bantuan Menjangkau Pelosok

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan keberhasilan relawan mencapai Dusun Watu Hedok merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi krisis dan bencana kemanusiaan.

Menurut Kitty, penyaluran bantuan tidak boleh hanya terpusat di lokasi yang mudah dijangkau. Masyarakat yang berada di wilayah terpencil juga harus mendapatkan perhatian dan bantuan secara merata.

“Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus mengamankan ketahanan energi nasional, tetapi juga sigap bertindak dalam penanggulangan bencana kemanusiaan,” tegas Kitty.

Ia memastikan Pertamina akan terus bergerak cepat untuk membantu masyarakat terdampak bencana, termasuk mereka yang berada di lokasi dengan akses paling sulit.

“Kami berkomitmen untuk terus bergerak cepat, menerjang medan tersulit sekalipun, demi mendampingi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” lanjutnya.

Penyaluran bantuan ke Dusun Watu Hedok menjadi gambaran nyata bagaimana operasi kemanusiaan membutuhkan keberanian, ketangguhan, dan kepedulian. Medan berat, sungai yang harus diseberangi, serta perjalanan menanjak tidak menyurutkan langkah para relawan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat.

Di tengah ancaman gempa susulan dan keterbatasan akses, kehadiran relawan Pertamina memberikan secercah harapan bagi puluhan keluarga di puncak perbukitan Watu Hedok. Bantuan yang datang tidak hanya membawa kebutuhan dasar, tetapi juga pesan bahwa warga di pelosok NTT tidak sendirian menghadapi masa sulit setelah bencana.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow