Pelajar 17 Tahun Meninggal Usai Tabrakan di Jalan Siliwangi Sleman, Polisi Dalami Dugaan Tawuran

Aug 24, 2026 - 19:52
 0  10
Pelajar 17 Tahun Meninggal Usai Tabrakan di Jalan Siliwangi Sleman, Polisi Dalami Dugaan Tawuran

RAHMADNEWS. COM | SLEMAN — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan seorang pejalan kaki terjadi di Jalan Siliwangi, Padukuhan Ponowaren, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pelajar berinisial HFN (17), warga Godean, Sleman, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan, korban mengalami sejumlah luka serius akibat kecelakaan tersebut. Di antaranya patah tulang pada kaki kanan serta cedera kepala berat.

"Korban HFN (17), warga Godean, Sleman, mengalami sejumlah luka serius, di antaranya patah tulang pada kaki kanan dan cedera kepala berat. Korban kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Queen Latifa," ujar Argo, Senin (24/8/2026).

Menurut Argo, kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai seorang pelajar berinisial RAJ (14), warga Gamping, Sleman, dengan seorang pejalan kaki yang juga masih berstatus pelajar.

Dalam peristiwa itu, RAJ mengalami sejumlah luka, berupa lecet dan memar. Setelah kejadian, pengendara sepeda motor tersebut mendapatkan perawatan medis di PKU Muhammadiyah Gamping.

"Sementara pembonceng berinisial MZA (17) warga Mlati, Sleman," kata Argo.

Motor Melaju dari Utara ke Selatan

Argo menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang dihimpun petugas, sepeda motor Honda Vario tersebut melaju dari arah utara menuju selatan. Ketika sampai di lokasi kejadian, terdapat seorang pejalan kaki bersama sejumlah orang yang berada di badan jalan.

Situasi tersebut kemudian berujung pada kecelakaan karena jarak antara sepeda motor dan pejalan kaki sudah terlalu dekat.

"Karena jarak sudah dekat, sepeda motor diduga tidak dapat menghindar hingga terjadi benturan dengan pejalan kaki," ungkapnya.

Benturan tersebut menyebabkan korban HFN mengalami luka serius. Korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah menjalani perawatan di RS Queen Latifa, nyawanya tidak tertolong.

Selain menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan itu juga mengakibatkan sepeda motor mengalami kerusakan. Polisi memperkirakan kerugian materi akibat kerusakan kendaraan mencapai sekitar Rp2 juta.

Polisi Amankan Barang Bukti dan Periksa Saksi

Pasca kejadian, petugas Polresta Sleman langsung melakukan sejumlah langkah penanganan di lokasi. Polisi mendatangi tempat kejadian perkara, mengecek kondisi para korban, mengamankan barang bukti serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kronologi kecelakaan secara utuh sekaligus mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi.

Polisi juga masih melakukan penyelidikan terhadap informasi lain yang beredar di masyarakat mengenai rangkaian kejadian sebelum kecelakaan.

Argo mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jalan, agar selalu mengutamakan keselamatan ketika berada di jalan raya. Pengendara diminta mematuhi seluruh aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan dalam batas aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitar.

"Polresta Sleman mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi peraturan lalu lintas, berkendara dengan kecepatan yang aman, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi dan situasi di sekitar jalan," ujar Argo.

Polisi Dalami Informasi Dugaan Tawuran

Di tengah proses penyelidikan, muncul informasi di masyarakat yang menyebutkan bahwa korban dan pengendara sepeda motor diduga sebelumnya terlibat aksi tawuran antarkelompok pelajar.

Informasi tersebut menjadi perhatian aparat kepolisian. Namun, hingga kini polisi belum menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut berkaitan dengan aksi tawuran. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

"Untuk informasi tersebut masih kami dalami. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk informasi yang beredar terkait adanya saling cegat antar kelompok pelajar," pungkas Argo.

Polresta Sleman memastikan penyelidikan masih berjalan. Polisi akan mengumpulkan keterangan tambahan dari saksi maupun pihak-pihak yang mengetahui kejadian untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Kepolisian juga mengingatkan para pelajar dan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, terutama pada malam hingga dini hari. Keselamatan pengguna jalan dan ketertiban lalu lintas menjadi hal utama yang harus diperhatikan bersama.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow