Gagal Dapat Uang Rp15 Juta, Pria di Bantul Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya
RAHMADNEWS. COM | BANTUL – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Dusun Ngebel, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (22/7/2026) malam. Seorang pria berinisial MN (32) diduga nekat membakar rumah milik orang tuanya sendiri setelah permintaannya untuk mendapatkan uang sebesar Rp15 juta tidak dapat dipenuhi.
Aksi pembakaran tersebut diduga dipicu konflik keluarga yang telah berlangsung cukup lama. Uang yang diminta pelaku disebut akan digunakan untuk mengambil sepeda motor serta membayar angsuran. Karena permintaannya belum terpenuhi, pelaku diduga melampiaskan emosinya dengan menyiram salah satu kamar rumah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, lalu membakarnya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika Polsek Kasihan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.00 WIB. Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama warga segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
"Permintaan itu belum dapat dipenuhi sehingga pelaku diduga melampiaskan emosinya dengan membakar salah satu kamar rumah menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite," ujar Rita, Kamis (23/7/2026).
Menurut Rita, berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi tersebut diduga bukan dilakukan secara spontan. Pelaku disebut telah memiliki niat membakar rumah sejak sehari sebelum kejadian, namun rencana tersebut urung dilakukan dan baru direalisasikan pada Rabu malam ketika situasi di rumah kembali memanas.
"Dari keterangan para saksi diketahui bahwa sejak sehari sebelumnya pelaku sudah memiliki niat membakar rumah menggunakan BBM jenis Pertalite, tetapi saat itu tidak jadi dilakukan. Kemudian pada hari kejadian, sejak pagi pelaku kembali mengamuk sehingga situasi di rumah semakin tidak kondusif," jelasnya.
Situasi yang semakin memanas membuat warga bersama perangkat wilayah dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamantirto mendatangi rumah tersebut sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka berusaha menenangkan pelaku melalui pendekatan persuasif agar konflik tidak semakin membesar.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku menyiram salah satu kamar dengan Pertalite sebelum akhirnya menyulut api. Kobaran api dengan cepat membesar dan mengancam bagian rumah lainnya.
Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamantirto Bripka Agustinus Sulistiyono bersama warga langsung berupaya memadamkan api. Berkat respons cepat tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke seluruh bangunan rumah.
Dalam proses pemadaman itu, Bripka Agustinus mengalami luka bakar pada kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki akibat kontak langsung dengan kobaran api. Ia segera dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Kasihan 1 untuk mendapatkan penanganan medis. Berkat respons cepat warga dan petugas, api berhasil dipadamkan sehingga kebakaran tidak meluas," kata Rita.
Sementara itu, pelaku MN juga mengalami luka bakar pada bagian kaki bawah dan punggung. Setelah berhasil dievakuasi warga, pelaku dibawa ke RS Bethesda untuk menjalani perawatan sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah barang di dalam kamar mengalami kerusakan, di antaranya kasur, bantal, pakaian, jendela, serta kursi busa. Meski api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke ruangan lain, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta.
Berdasarkan informasi dari keluarga dan warga sekitar, pelaku diketahui memiliki riwayat persoalan keluarga yang telah berlangsung cukup lama. Bahkan, pelaku disebut beberapa kali mendapat peringatan dari warga karena dianggap sering menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggalnya.
"Orang tuanya sebenarnya sudah berusaha mencarikan dana, tetapi pelaku tidak sabar hingga akhirnya terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi pembakaran," ujar Rita.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa serta mendalami motif yang melatarbelakangi aksi pembakaran tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Seluruh keterangan saksi serta barang bukti sedang dikumpulkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Rita.**
What's Your Reaction?




