Puskesmas Sail Tingkatkan Edukasi Warga, Waspadai Dampak Kesehatan Asap Karhutla
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Puskesmas Sail Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi udara yang dipengaruhi asap karhutla dinilai perlu menjadi perhatian serius karena mengandung partikel berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu, terutama pada kelompok masyarakat rentan.
Imbauan tersebut disampaikan Puskesmas Sail melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya paparan asap serta pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara menurun.
Pj Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Sail, Yusnita, SKM, mengatakan paparan asap karhutla dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Keluhan yang muncul antara lain iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, batuk, pilek hingga sesak napas.
“Paparan asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, pilek, sesak napas, serta memperburuk asma, bronkitis dan penyakit paru lainnya,” ujar Yusnita.
Menurutnya, masyarakat yang sebelumnya memiliki gangguan kesehatan pada saluran pernapasan perlu lebih berhati-hati ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap. Paparan dalam kondisi tertentu dapat membuat keluhan kesehatan yang sebelumnya terkendali menjadi semakin berat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sail, dr. Armiyetti, mengatakan dampak paparan asap tidak hanya berkaitan dengan sistem pernapasan. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, sehingga masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi udara yang tercemar asap.
“Paparan asap ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung. Bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia dan masyarakat yang memiliki penyakit kronis perlu mendapatkan perhatian khusus,” katanya.
Untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius, Puskesmas Sail secara aktif melakukan penyuluhan mobile sekaligus membagikan masker kepada masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat menjangkau warga secara langsung dan memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan selama kondisi udara berasap.
Puskesmas Sail mengajak masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara sedang berasap. Warga juga dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah guna mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.
Selain itu, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk membantu menjaga kondisi tubuh. Aktivitas fisik berat di luar rumah juga sebaiknya dihindari, khususnya ketika kualitas udara sedang tidak baik.
Penggunaan masker juga menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan. Masker perlu digunakan dengan benar dan diganti apabila sudah lembap atau kotor agar tetap nyaman dan berfungsi dengan baik.
“Jika memang harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan benar dan segera menggantinya apabila sudah lembap atau kotor,” ujar dr. Armiyetti.
Puskesmas Sail juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang semakin berat. Warga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami sesak napas yang tidak kunjung membaik, batuk terus-menerus, nyeri dada, demam tinggi atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk.
Deteksi dan penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan.
Di sisi lain, Kepala Puskesmas Sail turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mencegah terjadinya karhutla dari sumber awal. Hal tersebut sejalan dengan instruksi Pemerintah Kota Pekanbaru agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya sumber api yang dapat berkembang dan menimbulkan kebakaran.
Puskesmas Sail berharap edukasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat dapat meningkatkan kepedulian warga terhadap kesehatan sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan.
“Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya asap karhutla serta berperan aktif menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungan,” pungkas dr. Armiyetti.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian bersama, masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan asap sekaligus ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
Liputan: Jefri Fernandes
What's Your Reaction?




