ReJO Apresiasi SP3 Eggi Sudjana–Damai Hari Lubis, Silaturahmi dengan Jokowi Dinilai Jadi Perekat Bangsa

Jan 16, 2026 - 15:26
 0  30
ReJO Apresiasi SP3 Eggi Sudjana–Damai Hari Lubis, Silaturahmi dengan Jokowi Dinilai Jadi Perekat Bangsa

RAHMADNEWS.COM | SOLO – Relawan Jokowi atau ReJO Prabowo–Gibran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. Penghentian penyidikan tersebut dilakukan melalui mekanisme Restorative Justice pada 15 Januari 2026.

Ketua Umum ReJO Prabowo–Gibran, HM Darmizal, menilai keputusan tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya membangun persatuan nasional dan merawat harmoni sosial di tengah dinamika politik yang sempat mengeras.

“Keputusan ini merupakan langkah bersejarah dan patut diapresiasi. Restorative Justice bukan sekadar penyelesaian hukum, tetapi juga wujud nyata kedewasaan berbangsa dan bernegara,” ujar Darmizal kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Darmizal mengungkapkan, sejak Desember 2025 ReJO Prabowo–Gibran telah menjalin komunikasi intensif dengan Eggi Sudjana. Komunikasi tersebut bertujuan untuk menjembatani silaturahmi sekaligus permohonan maaf kepada Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Proses komunikasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, kesabaran, dan semangat kebangsaan. Alhamdulillah, ikhtiar ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat positif,” katanya.

Ia menjelaskan, dirinya bersama Sekretaris Jenderal ReJO Prabowo–Gibran, Muhammad Rahmad, mengambil peran aktif dalam memfasilitasi pertemuan antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Jokowi di Kota Solo.

“Pertemuan itu berjalan dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat makna. Ini mencerminkan kematangan politik serta kedewasaan berbangsa dari seluruh pihak yang hadir,” terang Darmizal.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, Presiden Joko Widodo menunjukkan kebesaran jiwa sebagai seorang negarawan. Dengan penuh ketulusan dan kelapangan hati, Jokowi menyatakan kesediaannya memaafkan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis atas berbagai peristiwa yang terjadi di masa lalu.

“Sikap Pak Jokowi mencerminkan karakter kepemimpinan yang mengedepankan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi. Beliau membuka pintu maaf dengan lapang dada dan tanpa menyimpan dendam. Inilah teladan kepemimpinan sejati,” tegas Darmizal.

Menurutnya, kesediaan Presiden Jokowi memberikan maaf menjadi salah satu faktor penting yang membuka jalan bagi penyelesaian perkara melalui pendekatan keadilan restoratif. ReJO Prabowo–Gibran menilai langkah Polda Metro Jaya sudah sejalan dengan semangat pemulihan hubungan sosial dan keadilan yang bermartabat.

“Pendekatan Restorative Justice ini menitikberatkan pada pemulihan relasi, bukan sekadar penghukuman. Nilai ini sangat selaras dengan jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat,” ujarnya.

Darmizal berharap momentum silaturahmi dan permaafan tersebut dapat menjadi titik awal penguatan persatuan nasional. Ia menekankan pentingnya seluruh elemen bangsa untuk menahan diri dan mengedepankan dialog di tengah perbedaan pandangan politik.

“Di tengah situasi politik yang sering memanas, semangat saling memaafkan dan bergandengan tangan harus terus dipupuk. Persatuan adalah kunci utama Indonesia melangkah maju,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ReJO Prabowo–Gibran, Muhammad Rahmad, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berperan sebagai perekat bangsa. Ia menyebut silaturahmi tersebut sebagai bukti bahwa rekonsiliasi nasional dapat diwujudkan melalui niat baik dan ketulusan.

“Kami berkomitmen menjaga harmoni sosial serta mendorong iklim politik yang sehat, demokratis, dan beradab. Indonesia yang maju dan berdaulat hanya bisa dicapai dengan persatuan seluruh anak bangsa, melampaui sekat-sekat perbedaan,” pungkasnya.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow