PPP Gelar Muktamar X Akhir September, Tiga Nama Berebut Kursi Ketua Umum
RAHMADNEWS. COM | JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Muktamar X pada 27–29 September 2025. Forum tertinggi partai berlambang Ka’bah ini akan menjadi momentum penting karena salah satu agenda utamanya adalah pemilihan dan penetapan ketua umum PPP periode 2025–2030.
Sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan sebagai kandidat calon ketua umum (caketum). Hingga saat ini, ada tiga sosok yang disebut siap bertarung memperebutkan kursi nomor satu di PPP, yakni Muhammad Mardiono, Agus Suparmanto, dan Husnan Bey Fananie.
Mardiono Calon Terkuat
Nama pertama adalah Muhammad Mardiono. Sejak September 2022, Mardiono dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa yang saat itu diberhentikan. Selama dua tahun lebih menjabat, Mardiono dianggap berhasil menjaga soliditas partai di tengah berbagai dinamika politik.
Juru bicara PPP, Usman M. Tokan, menegaskan bahwa Mardiono memiliki dukungan paling kuat dari para pengurus wilayah. Setidaknya, 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP sudah menyatakan dukungan resmi kepada Mardiono untuk kembali memimpin.
“Bapak Mardiono sudah siap, beliau didukung oleh 33 wilayah. Sehingga peluang untuk menang sangat besar, bahkan bisa saja secara aklamasi,” ujar Usman, Kamis (25/9/2025).
Agus Suparmanto Didukung Gus Rommy
Nama kedua adalah Agus Suparmanto, mantan Menteri Perdagangan di era Presiden Joko Widodo. Kehadiran Agus di bursa calon ketua umum PPP cukup menarik karena disebut mendapat dukungan dari mantan Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy atau Gus Rommy.
“Pak Agus Suparmanto adalah kandidat yang dianggap punya potensi kuat. Beliau didukung oleh Gus Rommy. Kita dengar Gus Rommy sudah berkomunikasi dengan banyak pihak dan akhirnya mengerucut pada Agus Suparmanto. Jadi, bisa dikatakan hari ini Gus Rommy yang memotori dukungan untuk Agus,” jelas Usman.
Dukungan Romahurmuziy ini dipandang dapat menjadi faktor signifikan, mengingat ia masih memiliki pengaruh cukup besar di kalangan kader PPP meskipun tidak lagi menjabat sebagai ketua umum.
Husnan Bey Fananie Muncul Mengejutkan
Nama terakhir yang muncul justru terbilang mengejutkan. Ia adalah Husnan Bey Fananie, mantan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan. Selama ini, Husnan jarang disebut dalam bursa calon ketua umum PPP, namun belakangan mulai aktif membangun komunikasi politik dan menyiapkan diri untuk deklarasi pencalonan.
Menurut Usman, Husnan bahkan sudah menyiapkan langkah hukum terkait Muktamar X PPP. “Dia lebih kepada deklarasi maju yang muncul ke permukaan. Malah katanya sudah menyiapkan tim hukum untuk mengevaluasi muktamar. Sebagian besar menyatakan silakan saja, itu hak beliau,” ungkap Usman.
Di sisi lain, Ketua Majelis Kehormatan PPP, KH Zarkasih Nur, mengingatkan agar pelaksanaan Muktamar X dijalankan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan kader demi menghindari perpecahan.
“Mari kita laksanakan sebaik-baiknya. Kita sambut Muktamar dengan gembira, optimis, dan penuh kekeluargaan untuk menghindari perpecahan. Saya mewakili Majelis menyerahkan sepenuhnya kepada DPP agar pelaksanaan sesuai dengan AD/ART,” kata Zarkasih dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/6/2025).
Zarkasih menambahkan, kedaulatan tertinggi dalam menentukan ketua umum berada di tangan DPW dan DPC. Oleh karena itu, tidak perlu ada kegaduhan atau perebutan dukungan di ruang publik yang justru bisa menimbulkan citra negatif bagi partai.
“Siapakah yang akan terpilih nanti, mari kita serahkan sepenuhnya kepada mereka yang memiliki hak memilih, yaitu DPW dan DPC. Kalau ramai di publik dengan isu negatif, itu tidak baik. Mari bicarakan segala sesuatu di forum resmi dengan cara yang sebaik-baiknya,” tegas Zarkasih.
Sebagai tokoh senior, Zarkasih mengaku telah mengikuti seluruh forum Muktamar sejak awal berdirinya partai berlambang Ka’bah tersebut. Dari pengalamannya, ia menilai bahwa ketua umum yang layak memimpin adalah sosok yang memiliki jiwa, semangat, serta komitmen menjaga kehormatan PPP.
“Saya berharap jangan sampai ada pihak yang mencederai partai atau membuat kegaduhan menjelang Muktamar. Ketua umum yang terpilih nanti harus bisa menjaga marwah PPP dan membawa partai tetap solid,” pungkasnya.
Muktamar X PPP tidak hanya menjadi ajang memilih ketua umum, tetapi juga menentukan arah perjalanan partai lima tahun ke depan. Sebagai partai yang memiliki sejarah panjang dalam percaturan politik nasional, hasil Muktamar akan berpengaruh terhadap strategi PPP menghadapi Pemilu 2029.
Tiga nama yang sudah muncul saat ini mencerminkan dinamika internal PPP: Mardiono dengan dukungan struktural yang kuat, Agus Suparmanto dengan sokongan tokoh senior berpengaruh, dan Husnan Bey Fananie yang hadir dengan kejutan serta gagasan baru.
Kini, seluruh kader PPP dan publik menanti jalannya Muktamar X pada akhir September mendatang. Apakah akan berjalan damai seperti harapan para senior, atau justru memunculkan ketegangan politik di internal partai, semua akan terjawab dalam forum tersebut.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




