Kapolda Riau Dukung Budidaya Pohon Geronggang di Bengkalis, Dorong Konsep Agroforestry untuk Rehabilitasi Gambut

Oct 5, 2025 - 09:18
 0  29
Kapolda Riau Dukung Budidaya Pohon Geronggang di Bengkalis, Dorong Konsep Agroforestry untuk Rehabilitasi Gambut

RAHMADNEWS.COM | BENGKALIS – Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Bengkalis, salah satu pulau terluar Indonesia sesuai Keppres No. 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar, pada Rabu (2/10/2025). Dalam lawatannya, Kapolda menyambangi Sentral Budidaya Pohon Geronggang (Cratoxylon arborescens) yang berada di Jalan Poros Sei Alam–Selatbaru, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis.

Sentral budidaya ini dikelola oleh Koperasi Produsen Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (Kop. K. IPMPL), sebuah inisiatif yang dibangun LSM IPMPL sejak delapan tahun lalu. Selain berfungsi sebagai demplot (demontrasi plot) budidaya, lokasi tersebut juga menjadi pusat penangkaran jutaan bibit pohon geronggang yang telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar Kabupaten Bengkalis.

Ketua Kop. K. IPMPL sekaligus Ketua LSM IPMPL, Solihin, menyebut kehadiran Kapolda Riau bersama Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan serta jajaran, merupakan bentuk dukungan moril yang berarti bagi para penggiat lingkungan. Menurutnya, momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam melestarikan kembali hutan gambut yang kritis maupun kawasan APL (Areal Penggunaan Lain) di Riau.

“Bentuk keseriusan Kapolda Riau ini ditunjukkan dengan mengundang kami ke Polda Riau untuk membahas rencana penanaman pohon geronggang di lahan milik Polda. Langkah ini bisa menjadi pemicu bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk turut bergerak menjaga hutan gambut dengan tanaman endemik. Pohon geronggang sangat cocok dengan konsep agroforestry, yakni sistem yang harmonis antara tanaman dan manusia,” jelas Solihin.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau turut menanam langsung sejumlah pohon geronggang di lahan demplot agroforestry. Lahan itu tidak hanya ditanami geronggang, tetapi juga diisi dengan sistem tumpang sari seperti kacang panjang, mentimun, sorgum, serta tanaman pangan lainnya. Konsep ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus menjaga ekosistem gambut.

Sebelum meninggalkan lokasi, Solihin juga memperlihatkan inovasi berupa embung air yang berada lima meter di bawah permukaan tanah. Embung tersebut disiapkan sebagai cadangan air untuk menyiram tanaman tumpang sari sekaligus mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah nyata yang ditunjukkan Kapolda Riau mendapat apresiasi luas, karena selain mendukung pelestarian lingkungan, juga menegaskan bahwa aparat penegak hukum berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di Riau, khususnya di kawasan gambut yang rentan terhadap kerusakan.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow