Penertiban Kendaraan oleh UPPKB Tenayan Raya di KM 24 Picu Kemacetan

Nov 10, 2024 - 12:25
 0  70
Penertiban Kendaraan oleh UPPKB Tenayan Raya di KM 24 Picu Kemacetan

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU - Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Tenayan Raya di KM 24 tengah melaksanakan kegiatan penertiban kendaraan berat yang bertujuan memastikan kepatuhan terhadap peraturan berat dan dimensi kendaraan. Meskipun memiliki tujuan positif untuk menjaga kondisi jalan dan mengurangi risiko kecelakaan, kegiatan ini justru memicu reaksi negatif dari masyarakat.

Penertiban yang dilakukan setiap malam menyebabkan kemacetan parah, terutama pada jam-jam sibuk malam hari. Proses pemeriksaan kendaraan yang memerlukan waktu cukup lama membuat arus lalu lintas tersendat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan, dan menambah waktu tempuh mereka.

Bomo, seorang pedagang yang berjualan di sekitar area UPPKB Tenayan Raya simpang Beringin perbatasan Kota Pekanbaru-Pelalawan, mengeluhkan dampak kemacetan akibat penertiban kendaraan di lokasi tersebut. Menurut Bomo, kemacetan parah yang terjadi setiap malam membuat banyak kendaraan menumpuk di sekitar lapaknya, sehingga pelanggan sulit menjangkau tempat usahanya. Akibatnya, produksi penjualan Bomo mengalami penurunan signifikan.

"Saya rugi karena pelanggan malas berhenti. Mereka lebih memilih menghindari area ini karena macet, dan ini berdampak langsung pada penghasilan saya," ujar Bomo Minggu (10/11/24). 

Diakhir, Bomo berharap pihak UPPKB dapat segera menemukan solusi, seperti penjadwalan ulang atau menambah petugas agar penumpukan kendaraan tidak berlarut-larut, sehingga lalu lintas kembali lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar tidak terganggu.

tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga sangat mengganggu pengguna jalan. Tomi, salah satu pengguna jalan, menyampaikan keluhannya melalui media bahwa kemacetan yang terjadi setiap malam membuatnya selalu terlambat pulang kerja. Selain itu, kemacetan ini menyebabkan konsumsi bahan bakar kendaraannya meningkat karena mesin harus tetap hidup dalam waktu lama, sehingga pengeluarannya untuk bensin bertambah.

“Setiap malam saya harus menghadapi kemacetan panjang saat pulang kerja. Waktu tempuh jadi lebih lama, dan biaya untuk bensin juga naik karena harus berlama-lama di jalan,” ungkap Tomy.

Tomy berharap agar pihak UPPKB Tenayan Raya dapat mengevaluasi metode penertiban tersebut. Beberapa usulan yang muncul antara lain mengatur waktu pemeriksaan agar tidak mengganggu arus lalu lintas atau menambah jumlah petugas untuk mempercepat proses pemeriksaan kendaraan. Dengan perubahan tersebut, diharapkan tujuan penertiban dapat tercapai tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow