Harga Tiga BBM Non Subsidi Pertamina Naik Mulai 1 September 2026, Dexlite Melonjak Rp4.000 per Liter

Sep 1, 2026 - 20:11
 0  4
Harga Tiga BBM Non Subsidi Pertamina Naik Mulai 1 September 2026, Dexlite Melonjak Rp4.000 per Liter

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga terhadap sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) Non Subsidi mulai Selasa, 1 September 2026 pukul 00.00 WIB. Tiga produk yang mengalami perubahan harga yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi harga BBM Non Subsidi dengan mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah. Dalam menentukan harga, Pertamina Patra Niaga mempertimbangkan sejumlah indikator ekonomi, antara lain perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, komponen pajak, serta faktor relevan lainnya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perubahan harga kali ini tidak berlaku untuk seluruh produk BBM Non Subsidi. Pertamina tetap mempertahankan harga sejumlah produk dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian dan kemampuan daya beli masyarakat.

“Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga,” kata Kitty, Senin malam, 31 Agustus 2026.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan dengan memperhatikan aspek keekonomian, daya beli konsumen, serta kondisi sosial masyarakat pengguna BBM.

Adapun harga Pertamax Turbo dengan Research Octane Number (RON) 98 mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebesar Rp1.300 per liter untuk produk tersebut.

Kenaikan lebih besar terjadi pada produk BBM diesel. Harga Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Artinya, konsumen harus membayar tambahan Rp4.000 untuk setiap liter Dexlite yang dibeli.

Sementara itu, harga Pertamina Dex meningkat dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Harga tersebut naik Rp4.050 per liter dibandingkan harga sebelumnya.

Dengan adanya perubahan tersebut, masyarakat pengguna kendaraan diesel menjadi salah satu kelompok konsumen yang paling merasakan dampak penyesuaian harga BBM Non Subsidi, khususnya pengguna Dexlite dan Pertamina Dex.

Meski melakukan penyesuaian harga, Pertamina Patra Niaga memastikan perubahan tersebut tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk maupun meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

Kitty menegaskan Pertamina Patra Niaga akan tetap menjaga kualitas BBM yang dipasarkan serta memastikan layanan kepada masyarakat berjalan dengan baik di seluruh jaringan penyaluran.

“Penyesuaian harga ini tidak merubah komitmen Pertamina Patra Niaga untuk menjaga kualitas produk dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen,” tegasnya.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian BBM sesuai dengan kebutuhan. Konsumen diminta memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan sehingga penggunaan bahan bakar dapat dilakukan secara tepat.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat setiap kendaraan memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda, baik berdasarkan jenis mesin maupun rekomendasi pabrikan. Pemilihan BBM sesuai spesifikasi kendaraan diharapkan dapat membantu menjaga performa mesin sekaligus memastikan penggunaan produk secara tepat.

Berikut rincian harga BBM Non Subsidi Pertamina yang mengalami penyesuaian mulai 1 September 2026:

Produk| Harga Sebelumnya| Harga Mulai 1 September 2026| Kenaikan

Pertamax Turbo (RON 98)| Rp18.300/liter| Rp19.600/liter| Rp1.300

Dexlite| Rp19.700/liter| Rp23.700/liter| Rp4.000

Pertamina Dex| Rp21.150/liter| Rp25.200/liter| Rp4.050

Sementara itu, Pertamina memastikan produk BBM Non Subsidi lainnya, yakni Pertamax 92 dan Pertamax Green 95, tidak mengalami penyesuaian harga pada periode tersebut.

Penyesuaian harga BBM Non Subsidi ini sekaligus menunjukkan bahwa harga produk tersebut dapat bergerak mengikuti berbagai indikator yang menjadi dasar perhitungan pemerintah dan perusahaan. Perubahan harga minyak mentah dunia serta dinamika nilai tukar rupiah menjadi beberapa faktor yang turut memengaruhi keekonomian BBM.

Di tengah perubahan harga tersebut, masyarakat diimbau tetap bijak dalam menggunakan BBM dengan menyesuaikan pembelian terhadap kebutuhan sehari-hari. Konsumen juga diharapkan memperhatikan rekomendasi jenis bahan bakar yang ditetapkan produsen kendaraan agar penggunaan BBM tetap sesuai peruntukan.

Dengan demikian, mulai 1 September 2026, konsumen Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex perlu menyesuaikan pengeluaran untuk kebutuhan bahan bakar, sementara pengguna Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 belum mengalami perubahan harga berdasarkan kebijakan penyesuaian kali ini.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow