Pertamina Perkuat UMKM Aceh, Rumah BUMN Bina 1.013 Pelaku Usaha dan Fasilitasi 1.375 Legalitas

Sep 17, 2026 - 20:11
 0  16
Pertamina Perkuat UMKM Aceh, Rumah BUMN Bina 1.013 Pelaku Usaha dan Fasilitasi 1.375 Legalitas

RAHMADNEWS. COM | ACEH — PT Pertamina (Persero) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Aceh melalui Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Program tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, meningkatkan daya saing, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Sejak mulai beroperasi, Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur secara kumulatif telah membina 1.013 pelaku UMKM. Pembinaan tersebut diwujudkan melalui 321 kegiatan pelatihan, fasilitasi 207 kegiatan pameran dan perluasan akses pasar, serta dukungan terhadap penerbitan 1.375 legalitas dan sertifikasi usaha.

Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan serta tahapan perkembangan masing-masing UMKM. Materi pendampingan mencakup peningkatan kompetensi dan pengelolaan usaha, penguatan branding dan kemasan, pemasaran digital, pemenuhan legalitas dan sertifikasi, hingga fasilitasi promosi serta partisipasi dalam berbagai kegiatan pemasaran.

Dari ekosistem pembinaan tersebut, sejumlah UMKM lokal terus menunjukkan perkembangan. Tiga di antaranya adalah Nalura & Co, Madu Lusera, dan Sahada, yang mengembangkan potensi lokal Aceh Tamiang dan Aceh Timur menjadi produk bernilai ekonomi.

Nalura & Co Angkat Kearifan Lokal Aceh

Nalura & Co merupakan salah satu UMKM yang mengembangkan kerajinan anyaman pandan dengan mengangkat kearifan lokal dan budaya Aceh. Usaha yang dirintis sejak 2017 ini memanfaatkan pandan lokal yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan.

Seiring perkembangan usaha, Nalura & Co melakukan pengembangan dari berbagai sisi, mulai dari pengelolaan usaha, identitas produk, pemasaran hingga pemanfaatan kanal digital.

Jika sebelumnya produk yang dihasilkan masih didominasi anyaman dengan pemasaran yang relatif sederhana, kini Nalura & Co telah mengembangkan beragam produk, antara lain tikar dan sajadah pandan, ambal, sarung bantal, alas duduk, wall decor, tempat tisu, tempat botol air mineral, hingga berbagai produk fesyen dan kebutuhan sehari-hari berbahan anyaman.

Melalui pendampingan Rumah BUMN Pertamina, Nalura & Co mendapatkan penguatan pada aspek branding, pemasaran, digitalisasi, serta pengembangan produk. Pendampingan tersebut mendorong pelaku usaha untuk tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga membangun identitas merek dan mengemas nilai budaya lokal sebagai keunggulan produk.

Inovasi produk pun terus dilakukan agar kerajinan berbahan pandan dapat mengikuti kebutuhan dan selera konsumen. Dengan demikian, produk anyaman tradisional tetap mempertahankan nilai budayanya sekaligus dikembangkan menjadi produk yang lebih fungsional dan relevan dengan kebutuhan pasar.

“Bagi kami, Rumah BUMN bukan hanya tempat mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dalam mengembangkan usaha. Kami semakin memahami bahwa untuk naik kelas, UMKM harus terus belajar dan beradaptasi, mulai dari produk, branding, pemasaran hingga pemanfaatan digital,” ujar pemilik Nalura & Co, Ratna Dewi.

Menurut Ratna, keberadaan Rumah BUMN juga membuat pihaknya lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha karena memiliki ruang konsultasi ketika menghadapi kendala maupun saat ingin mencoba inovasi baru.

Madu Lusera Perluas Pasar hingga Nasional

Perkembangan berbeda ditunjukkan Madu Lusera, UMKM yang mengembangkan produk madu dengan memanfaatkan potensi alam dari kawasan Leuser.

Melalui berbagai program pembinaan Rumah BUMN Pertamina, Madu Lusera terus memperkuat pengelolaan bisnis dan strategi pemasaran. Pengembangan tersebut turut membuka peluang bagi usaha untuk memperoleh pesanan dalam jumlah yang semakin meningkat.

Pertumbuhan Madu Lusera juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Pemanfaatan platform e-commerce semakin membuka peluang produk tersebut menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar nasional.

Sahada Sulap Bahan Tak Terpakai Jadi Produk Bernilai

Sementara itu, Sahada menghadirkan produk kerajinan berupa dompet, tas, dan berbagai aksesori dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya tidak terpakai, seperti plastik dan kain.

Berbasis di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Sahada mengolah material tersebut menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai ekonomi.

Setelah mengikuti berbagai program pembinaan Rumah BUMN Pertamina, Sahada terus mengembangkan variasi dan kapasitas produksinya. Peluang pemasaran pun semakin luas sehingga produk-produknya tidak hanya dipasarkan di wilayah sekitar, tetapi juga menjangkau konsumen di luar daerah.

Rumah BUMN Jadi Penghubung UMKM dengan Pasar

Perjalanan Nalura & Co, Madu Lusera, dan Sahada menggambarkan bagaimana penguatan kapasitas secara bertahap dapat membantu UMKM mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Melalui Rumah BUMN, pelaku UMKM memperoleh ruang untuk meningkatkan kompetensi, membangun jejaring, memperkuat legalitas dan kualitas produk, serta mendapatkan akses terhadap berbagai peluang pemasaran.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamina terus mendorong Rumah BUMN menjadi pusat pengembangan kapasitas sekaligus penghubung antara pelaku UMKM dengan berbagai peluang untuk bertumbuh.

“Pertamina terus mendorong pelaku UMKM untuk berkembang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan usahanya. Melalui Rumah BUMN Pertamina yang tersebar di 29 wilayah, kami berupaya menghadirkan pendampingan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membantu membuka akses pasar sehingga UMKM semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Baron.

Kiprah Rumah BUMN Pertamina Aceh Tamiang dan Aceh Timur menjadi bagian dari upaya peningkatan kapabilitas UMKM di Aceh yang juga diterapkan melalui Rumah BUMN Pertamina di berbagai wilayah lainnya.

Sejumlah kegiatan yang dilakukan mencakup pendampingan usaha, pengurusan perizinan, sertifikasi, perluasan pasar, hingga pengelolaan hak cipta dan merek.

Program pembinaan UMKM tersebut juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya mendorong pertumbuhan usaha lokal yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow