Dosen Lansia Tewas Ditabrak Mobil Misterius Saat Hendak Subuh Berjamaah di Jalan Kaliurang
RAHMADNEWS. COM | SLEMAN – Suasana dini hari di ruas Jalan Kaliurang Km 16,5 Kledokan, tepatnya di wilayah Kalurahan Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, mendadak berubah menjadi lokasi duka. Seorang pria lanjut usia berinisial SPH (74), yang diketahui merupakan dosen dan warga Harjobinangun, Pakem, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 04.40 WIB.
Peristiwa tragis itu diduga terjadi saat korban berjalan kaki hendak menunaikan salat Subuh berjamaah di masjid sekitar lokasi. Namun nahas, saat mencoba menyeberang jalan dari arah barat ke timur, korban justru tertabrak sebuah mobil yang melaju dari arah utara ke selatan.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tabrakan terjadi karena jarak kendaraan dengan korban sudah sangat dekat.
“Korban berjalan kaki dari barat hendak menyeberang ke timur. Pada saat bersamaan, melaju mobil dari arah utara ke selatan. Karena jarak sudah dekat, kecelakaan tidak terhindarkan. Korban terpental dan jatuh, sementara mobil tersebut tetap melaju meninggalkan lokasi ke arah selatan,” ujar Argo kepada wartawan.
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka sangat serius pada bagian kepala dan tubuh. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Panti Nugroho.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Penanganan kasus ini juga melibatkan Unit Lalu Lintas Polsek Ngemplak.
“Kami sudah mengamankan TKP dan melakukan serangkaian penyelidikan. Hingga saat ini, identitas kendaraan maupun pengemudi yang terlibat masih dalam proses penelusuran,” tambah Argo.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor. Warga juga diminta lebih waspada dan, bila memungkinkan, mencatat nomor pelat kendaraan jika menyaksikan insiden tabrak lari, guna membantu proses penyelidikan.
“Kami juga mengimbau pelaku tabrak lari agar bertanggung jawab dan segera melaporkan diri ke kantor kepolisian terdekat,” tegasnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan tabrak lari yang terjadi pada waktu-waktu rawan di jalan raya. Selain menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi pejalan kaki, kejadian ini juga kembali menyoroti pentingnya tanggung jawab pengendara dalam berlalu lintas, terutama di kawasan permukiman yang kerap dilintasi warga pada waktu ibadah subuh.**
What's Your Reaction?




