Demi Warga, Insentif Tak Disentuh: Kisah Pengabdian Ambo
BERITA RAHMAD. com | PEKANBARU — Di tengah sorotan publik terhadap lemahnya kinerja sebagian aparatur lingkungan, muncul sosok sederhana namun inspiratif dari Kecamatan Kulim. Dialah Sekwildi Ambo, Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Sialang Rampai, yang diam-diam menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Selama dua tahun menjabat sebagai Ketua RT, Ambo melakukan sesuatu yang tidak lazim: menolak menggunakan insentif pribadinya. Alih-alih menikmati dana yang menjadi haknya, ia mengumpulkan seluruh insentif tersebut demi kepentingan warga.
“Selama saya menjabat, saya tidak pernah uang insentif itu untuk pribadi. Saya pikir, lebih baik dana itu dimanfaatkan untuk kebutuhan bersama,” ujar Ambo saat ditemui di kediamannya, Kamis (17/7).
Langkahnya tak sekadar simbolik. Hingga kini, dana yang berhasil dikumpulkannya mencapai belasan juta rupiah, semuanya digunakan untuk menghadirkan rasa aman di lingkungan RT 01. Berdasarkan musyawarah warga, dana itu digunakan untuk pemasangan CCTV di berbagai titik rawan kejahatan.
Ambo dan tim pengurus RT-RW menanggapi keluhan warga yang resah akibat seringnya terjadi pencurian di kawasan tersebut. Beberapa rumah warga disatroni pencuri, meninggalkan trauma dan ketakutan.
“Karena warga sudah banyak rumahnya dimasukin maling, kami berinisiatif, dan ini juga atas persetujuan warga, untuk memasang CCTV di setiap gang perumahan,” jelas Ambo.
Kini, puluhan kamera pengintai telah dipasang di gang-gang utama dan sudut-sudut strategis. Dampaknya langsung terasa. Lingkungan jadi lebih aman, aktivitas warga lebih mudah dipantau, dan tingkat kriminalitas menurun drastis.
Namun, pengabdian Ambo belum selesai. Ia juga tengah menyiapkan proyek pembangunan gapura dan pos keamanan permanen, namun tetap tanpa memungut dana dari warga. Semua dibangun dari dana insentif yang sengaja ia sisihkan.
“Kalau kita diberi amanah, maka kita juga punya tanggung jawab untuk menjaga kenyamanan dan keamanan warga,” ujarnya.
Langkah ini menjadi simbol pengabdian yang tulus dan menginspirasi. Di saat banyak pejabat lingkungan hanya menjalankan tugas sebatas formalitas, Ambo menunjukkan bahwa jabatan adalah ladang untuk melayani, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.
Tak heran, warga RT 01 RW 01 sangat menghormati sosok Ketua RT mereka. Banyak yang berharap semangat Ambo dapat menular ke ketua RT lain di seluruh Kota Pekanbaru. Bahkan beberapa tokoh masyarakat menyebut sudah saatnya Pemerintah Kota memberikan penghargaan khusus atas dedikasi langka ini.
"Pak Ambo itu beda. Dia tidak pernah mencari muka, tapi nyata kerja dan pedulinya. Kami sebagai warga merasa terlindungi dan terlindungi," ujar salah seorang warga, Yanti yang tinggal di wilayah tersebut.
Ambo telah menunjukkan bahwa kepemimpinan dari bawah bisa sangat berdampak, ketika dijalankan dengan hati yang tulus dan integritas tinggi. Di tengah maraknya keluhan terhadap kinerja aparat, keberadaan sosok seperti Ambo adalah angin segar yang menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepercayaan sosial.
Semoga langkah kecil dari RT 01 ini bisa menjadi gerakan besar untuk perubahan positif di Pekanbaru dan Indonesia secara umum.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




