Bela Negara di Era Tantangan Global, Wakapolda DIY Tegaskan Peran Kolektif untuk Indonesia Maju

Dec 19, 2025 - 17:40
 0  17
Bela Negara di Era Tantangan Global, Wakapolda DIY Tegaskan Peran Kolektif untuk Indonesia Maju

RAHMADNEWS. COM | YOGYAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Wakapolda DIY) Brigjen Pol Eddy Djunaedi memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang digelar khidmat di halaman Markas Polda DIY, Jumat (19/12/2025). Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pejabat utama Polda DIY, personel Polri, ASN, serta unsur pendukung lainnya.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema sentral “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut merefleksikan pentingnya kesiapsiagaan, disiplin, serta ketangguhan kolektif seluruh elemen bangsa dalam menghadapi dinamika tantangan zaman yang semakin kompleks, baik di tingkat nasional maupun global.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol Eddy Djunaedi membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa peringatan Hari Bela Negara tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi kebangsaan untuk memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden juga menyoroti duka yang tengah menyelimuti sebagian wilayah Tanah Air akibat bencana alam. Beberapa daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan mengalami musibah yang berdampak signifikan bagi masyarakat setempat.

“Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka,” ujar Wakapolda DIY mengutip amanat Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa makna bela negara di era modern telah mengalami perluasan. Bela negara tidak lagi semata dimaknai sebagai perjuangan fisik atau angkat senjata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang relevan dengan kondisi dan tantangan bangsa saat ini.

Bela negara, menurut Presiden, dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dengan membantu sesama yang tertimpa bencana, menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, serta berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memecah belah bangsa.

Selain itu, penguatan ketahanan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi positif dalam pembangunan sesuai peran dan profesi masing-masing juga merupakan bagian integral dari bela negara di masa kini.

Dalam amanat tersebut, Presiden juga mengapresiasi peran Polri sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri diharapkan terus menjadi institusi yang profesional, modern, dan terpercaya, sekaligus mampu menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai bela negara di tengah masyarakat.

Menutup rangkaian upacara, Brigjen Pol Eddy Djunaedi mengajak seluruh personel Polda DIY untuk menjadikan peringatan Hari Bela Negara ke-77 sebagai momentum memperkuat semangat pengabdian, loyalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan, sehingga dibutuhkan sinergi, soliditas, dan semangat kebangsaan yang kokoh dari seluruh elemen bangsa, khususnya aparat keamanan.

Peringatan Hari Bela Negara ini diharapkan mampu meneguhkan tekad seluruh komponen masyarakat, termasuk Polri, untuk terus berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaulat, maju, dan memiliki daya lentur tinggi dalam menghadapi setiap tantangan global.

“Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad: untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit,” pungkas Wakapolda DIY menutup amanat Presiden.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow