IT Surabaya Pertamina Patra Niaga Raih PROPER Emas 2025, Inovasi FAME dan Lentera Pagesangan Jadi Kunci Keberhasilan

Apr 12, 2026 - 20:05
 0  8
IT Surabaya Pertamina Patra Niaga Raih PROPER Emas 2025, Inovasi FAME dan Lentera Pagesangan Jadi Kunci Keberhasilan

RAHMADNEWS. COM | SURABAYA – Komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus). Melalui unit operasional Integrated Terminal Surabaya, perusahaan ini berhasil meraih predikat PROPER Emas pada ajang Anugerah Lingkungan PROPER tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan tersebut diraih berkat implementasi dua program unggulan yang mengedepankan inovasi operasional ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular, yakni program Eco Inovasi Penerimaan FAME melalui jalur pipa serta program pemberdayaan masyarakat Lentera Pagesangan.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh wilayah operasional.

“Capaian PROPER Emas ini menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjalankan prinsip ESG secara konsisten. Program di IT Surabaya merupakan salah satu dari tujuh unit Pertamina Patra Niaga yang berhasil meraih PROPER Emas melalui inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Roberth.

Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan sinergi antara transformasi operasional dan penguatan peran masyarakat dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Transformasi Operasional Ramah Lingkungan

Program Eco Inovasi Penerimaan FAME menghadirkan perubahan signifikan dalam sistem operasional di Integrated Terminal Surabaya. Jika sebelumnya penerimaan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dilakukan menggunakan moda truk tangki, kini proses tersebut beralih menjadi penerimaan langsung dari kapal melalui jalur pipa.

Perubahan metode ini tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi dan keselamatan kerja, tetapi juga berdampak nyata terhadap penurunan emisi. Implementasi inovasi tersebut tercatat mampu menurunkan global warming potential hingga 45,6 persen.

Langkah ini menjadi contoh konkret bagaimana inovasi teknis di sektor energi dapat berjalan seiring dengan agenda pelestarian lingkungan.

Lentera Pagesangan: Dari Limbah Menjadi Sumber Daya

Sementara itu, program Lentera Pagesangan lahir dari Gerakan Balik Kanan, sebuah inisiatif yang mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap limbah dan sungai—dari yang semula dianggap sebagai sumber masalah menjadi sumber daya bernilai.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menuturkan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai motor penggerak perubahan.

“Program Lentera Pagesangan menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tingkat komunitas. Melalui kolaborasi yang kuat, masyarakat mampu mengelola sumber daya di sekitarnya menjadi lebih bernilai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan bersama,” jelas Ahad.

Dalam implementasinya, masyarakat dilibatkan dalam pengelolaan limbah cair domestik melalui pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sungai) yang memanfaatkan filter alami dari tanaman eceng gondok.

Dari program ini, sejumlah dampak nyata berhasil dicapai, di antaranya:

Penghematan air sebesar 345,21 meter kubik per tahun

Pemanfaatan 83 kilogram sampah organik

Efisiensi biaya penurunan pencemaran air sebesar Rp911.418 per tahun

Menjangkau sekitar 1.141 penerima manfaat secara langsung dan tidak langsung

Perubahan Dimulai dari Kesadaran

Salah satu penggerak program, Ibu Melik, kader lingkungan sekaligus tokoh masyarakat setempat, menyampaikan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kesadaran kolektif.

“Untuk bumi, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” ungkapnya.

Semangat tersebut menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan program yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Komitmen Berkelanjutan

Melalui inovasi operasional dan kolaborasi sosial seperti yang dijalankan di Integrated Terminal Surabaya, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Keberhasilan meraih PROPER Emas 2025 ini bukan sekadar prestasi, melainkan refleksi nyata dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem yang lebih bersih, sehat, dan produktif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama perubahan.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow