Prabowo Buka Pintu Diplomasi dengan Israel: Syaratnya, Palestina Merdeka!

May 29, 2025 - 00:39
 0  22
Prabowo Buka Pintu Diplomasi dengan Israel: Syaratnya, Palestina Merdeka!
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,

RAHMADNEWS. COM | JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan secara tegas bahwa Indonesia siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel apabila kemerdekaan Palestina benar-benar terwujud dan diakui secara sah oleh Israel. Pernyataan bersejarah tersebut diungkapkan Prabowo seusai pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Dalam keterangan pers bersama yang disiarkan oleh KompasTV, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memegang prinsip konsisten dalam mendukung solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan utama dan satu-satunya untuk mewujudkan perdamaian permanen di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam konflik panjang antara Israel dan Palestina.

"Di berbagai tempat, di berbagai forum, saya sampaikan sikap Indonesia bahwa Indonesia memandang hanya penyelesaian two-state solution — kemerdekaan bagi bangsa Palestina — merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang benar," ujar Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki kesamaan pandangan mengenai penyelesaian damai konflik Israel-Palestina. Ia menyampaikan bahwa Presiden Macron juga menyuarakan komitmen Prancis dalam mendorong pengakuan penuh terhadap Palestina sebagai negara merdeka.

"Prancis akan terus mendukung langkah-langkah ke arah kemerdekaan Palestina sebagai negara yang merdeka. Juga, Prancis akan terus mendesak segera berlakunya penghentian kegiatan bersenjata di Gaza dan menyerukan jaminan terhadap akses kemanusiaan penuh," jelas Prabowo, mengutip pernyataan Macron.

Presiden Prancis, yang telah beberapa kali menyerukan gencatan senjata di Gaza dalam beberapa bulan terakhir, juga menyampaikan niat negaranya untuk menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) internasional mengenai Palestina bersama Arab Saudi pada bulan Juni 2025.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah pernyataan terbuka Presiden Prabowo mengenai kesiapan Indonesia untuk mengakui Israel secara diplomatik, sebagai respons atas pengakuan Israel terhadap kemerdekaan Palestina.

"Saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan negara yang harus juga diperhatikan dan dijamin keamanannya," kata Prabowo.

Ia melanjutkan, "Karena itu, Indonesia sudah menyampaikan bahwa begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel."

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia yang selama ini belum menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel, meskipun hubungan tidak langsung dalam berbagai forum internasional tetap terjalin.

Sikap Indonesia terhadap Palestina selalu berpijak pada konstitusi UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina telah menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Indonesia sejak era Presiden Soekarno. Indonesia juga secara rutin menyuarakan hak-hak rakyat Palestina di forum-forum internasional, seperti PBB, OKI, dan Gerakan Non-Blok.

Namun, pernyataan Prabowo membuka babak baru yang menandai pendekatan realistis terhadap dinamika geopolitik global, sembari tetap memegang prinsip keadilan dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.

Pernyataan Presiden Prabowo diprediksi akan menimbulkan beragam reaksi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Beberapa analis menilai pernyataan ini sebagai langkah diplomatik yang strategis untuk menyeimbangkan posisi Indonesia di antara kekuatan besar dunia, serta membuka peluang Indonesia untuk berperan aktif sebagai mediator damai di Timur Tengah.

Namun, sejumlah kalangan konservatif kemungkinan akan menyoroti potensi risiko dari pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel, mengingat sensitivitas isu Palestina di mata umat Muslim Indonesia.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia akan terus terlibat aktif dalam mendukung inisiatif-inisiatif internasional untuk penyelesaian damai, termasuk melalui partisipasi dalam KTT Palestina yang akan datang. Ia juga menyerukan agar negara-negara besar mengambil tanggung jawab lebih dalam mewujudkan perdamaian sejati dan berkelanjutan di Timur Tengah.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow