Cemburu Membabi Buta di Parangtritis: Istri Gorok Leher Suami di Kamar Losmen, Polisi Dalami Motif
RAHMADNEWS. COM | YOGYAKARTA — Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga yang mengejutkan terjadi di kawasan wisata pantai selatan Bantul. Seorang istri berinisial AF (26), warga Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, diduga nekat menggorok leher suaminya sendiri, S (35), saat berada di kamar losmen di wilayah Parangtritis, Sabtu (9/5/2026) sore.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah kamar Losmen Dworowati, Dusun Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian pasangan suami-istri itu tengah berlibur bersama anak mereka di kawasan Pantai Parangtritis. Usai berwisata, mereka beristirahat di losmen tersebut.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Minggu (10/5/2026), menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban tertidur bersama anaknya di kamar.
“Pelaku sempat memeluk korban dan meminta maaf. Namun tiba-tiba pelaku mengiris leher korban menggunakan pisau yang sudah dibawanya,” terang Rita.
Serangan mendadak itu membuat korban terkejut dan berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera mendatangi kamar losmen dan memberikan pertolongan pertama.
“Korban mengalami luka sobek di bagian leher dan mengeluarkan darah cukup banyak. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan,” lanjutnya.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi bersama anaknya. Pisau bergagang kayu sepanjang sekitar 20 sentimeter yang digunakan pelaku ditinggalkan di dalam kamar sebagai barang bukti.
Korban kemudian dilarikan untuk mendapat perawatan medis di RS Panembahan Senopati Bantul, sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kretek.
Berdasarkan laporan itu, jajaran Unit Reskrim Polsek Kretek bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.
“Pelaku sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Motif masih kami dalami,” tegas Rita.
Dugaan sementara, aksi nekat tersebut dipicu persoalan cemburu karena korban diduga berselingkuh. Namun, polisi menegaskan bahwa hal itu masih dalam tahap pendalaman penyidik.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu konflik emosional. Aparat mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan keluarga melalui jalur komunikasi dan hukum, bukan dengan tindakan kekerasan yang berujung pidana.**
What's Your Reaction?




