Fraksi PKS DPR RI Sambut Hangat Usulan Daerah Istimewa Riau dari LAMR

May 7, 2025 - 00:47
 0  30
Fraksi PKS DPR RI Sambut Hangat Usulan Daerah Istimewa Riau dari LAMR
Foto bersama Datuk Seri Taufik yang hadir didampingi Bendahara Umum LAMR, Datuk M. Fadhli dengan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memberikan sambutan positif terhadap langkah Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam mengajukan pendalaman status daerah istimewa bagi Provinsi Riau. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian terhadap aspirasi masyarakat Riau yang ingin melihat pengakuan terhadap kekhasan sejarah, budaya, dan kontribusi daerah mereka terhadap Republik Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, dalam keterangan resminya kepada media, Senin (5/5/2025), usai pertemuan resmi dengan Fraksi PKS di Gedung DPR RI, Jakarta.

Datuk Seri Taufik yang hadir didampingi Bendahara Umum LAMR, Datuk M. Fadhli, menyebut bahwa pihaknya merasa sangat dihargai dan terkesan dengan sambutan hangat dari Fraksi PKS. Pertemuan itu dipandu langsung oleh anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Riau, Hendry Munief, dan turut dihadiri oleh beberapa anggota DPR lainnya, tenaga ahli, serta staf humas fraksi.

“Dalam beberapa hari terakhir kami telah melakukan komunikasi informal di Pekanbaru dan Jakarta, menyampaikan aspirasi mengenai daerah istimewa Riau. Salah satu tokoh yang kami hubungi adalah Tuan Hendry Munief, dan ternyata beliau menyambut kami secara khusus, bahkan mengagendakan pertemuan ini secara resmi di ruang fraksi,” ujar Datuk Seri Taufik.

Hendry Munief dalam pengantarnya menyatakan bahwa Fraksi PKS memiliki komitmen kuat untuk mendengar dan menampung aspirasi masyarakat, terlebih yang berkaitan dengan kehormatan dan hak-hak daerah seperti yang disuarakan LAMR. Ia juga menegaskan akan mengkomunikasikan wacana ini dengan sesama anggota legislatif asal Riau maupun rekan-rekan sefraksi.

“Salah satu contohnya adalah kehadiran Pak Rahmat Saleh, anggota DPR RI dari PKS dapil Sumatera Barat yang berada di Komisi II. Beliau siap membantu karena Komisi II memiliki kewenangan membidangi masalah daerah dan otonomi khusus,” ujar Hendry.

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat Saleh menyampaikan dukungan moril dan strategis bagi Riau, seraya mendorong LAMR untuk menyusun kajian akademik dan argumentasi hukum yang kuat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antar elemen masyarakat serta sinergi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat wacana tersebut di tingkat nasional.

“Saya sangat memahami semangat Riau untuk menjadi daerah istimewa. Namun tentu perlu kajian mendalam dan argumentasi yang spesifik agar status tersebut bisa terwujud. Ini adalah perjuangan bersama yang harus dilakukan secara terstruktur dan inklusif,” tegas Rahmat.

Ketua DPH LAMR, Datuk Seri Taufik, dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah alasan historis dan kultural yang mendasari usulan ini. Ia menekankan bahwa Riau memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan peran besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, baik dalam aspek spiritual maupun kontribusi sumber daya alam.

“Riau bukan hanya penghasil migas terbesar yang telah menopang ekonomi nasional selama puluhan tahun, tetapi juga pusat penting peradaban Melayu yang memiliki kontribusi besar terhadap lahirnya identitas nasional. Namun ironisnya, masih banyak masyarakat adat dan lokal yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ungkap Datuk Seri Taufik.

Ia berharap, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Fraksi PKS, langkah memperjuangkan status daerah istimewa Riau tidak hanya menjadi wacana, tetapi bergerak menjadi kenyataan yang membawa keadilan bagi masyarakat Riau, khususnya masyarakat adat.

Pertemuan ini disebut sebagai titik awal dari sinergi antara kekuatan adat dan kekuatan politik dalam memperjuangkan hak-hak konstitusional daerah. LAMR menyatakan akan terus melakukan komunikasi dan konsolidasi lintas pihak, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintah, dalam rangka mendorong lahirnya kebijakan nasional yang mengakui kekhasan dan hak istimewa Provinsi Riau.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Red/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow