Mencuat Wacana Pemindahan Ibu Kota Sumatera Barat: Payakumbuh Jadi Alternatif
RAHMADNEWS. COM | PAYAKUMBUH - Usulan pemindahan ibu kota Provinsi Sumatera Barat dari Kota Padang ke Kota Payakumbuh kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Sumatera Barat, H. Muzli M. Nur, yang menilai bahwa langkah tersebut perlu dipertimbangkan sebagai upaya mitigasi bencana, mengingat Kota Padang berada dalam zona rawan gempa bumi dan tsunami.
Padang, yang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Barat dan kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera, secara geografis rentan terhadap bencana alam, terutama gempa yang berasal dari zona Megathrust Mentawai yang dapat memicu tsunami. Gempa yang baru-baru ini terjadi di Pasaman dan Pasaman Barat juga semakin memperkuat urgensi perlunya langkah mitigasi.
Sebagai alternatif, Muzli M. Nur mengusulkan Kota Payakumbuh yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 514 mdpl. Payakumbuh dinilai lebih aman dari risiko gempa, banjir, dan longsor, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk ibu kota provinsi yang lebih aman. Selain faktor keamanan, Payakumbuh juga memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama karena kedekatannya dengan Provinsi Riau yang bisa membuka peluang perdagangan antar wilayah.
Pemindahan ibu kota ini bertujuan untuk mendistribusikan populasi lebih merata dan mengurangi kepadatan penduduk di Padang, sekaligus mengurangi potensi korban saat terjadi bencana besar. Namun, tantangan besar dalam realisasi wacana ini adalah biaya dan waktu yang diperlukan untuk memindahkan seluruh infrastruktur pemerintahan.
Muzli mengusulkan agar proses pemindahan dilakukan secara bertahap dalam 10 tahun, dengan alokasi anggaran APBD Sumatera Barat yang dimulai untuk pembangunan gedung pemerintahan di Payakumbuh pada tahun depan.
Meskipun memiliki banyak potensi, keputusan akhir mengenai pemindahan ibu kota masih membutuhkan kajian mendalam dari pemerintah dan pihak terkait sebelum dapat direalisasikan.**
What's Your Reaction?




