LVRI Riau Terlupakan, Pejuang Kemerdekaan Minta Perhatian Serius dari Dinsos Riau
RAHMADNEWS.COM | PEKANBARU – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Riau, yang terdiri dari para saksi sejarah sekaligus pelaku perjuangan melawan penjajah, kini kembali menyerukan harapan: agar mereka tidak dilupakan oleh negara yang telah mereka perjuangkan. Di usia senja dan dengan jumlah yang semakin sedikit, para veteran berharap adanya perhatian nyata dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Provinsi Riau.
Menurut data terakhir, jumlah anggota LVRI di Mada Riau kini hanya tersisa 66 orang, dengan usia termuda 80 tahun dan tertua mencapai 96 tahun. Mereka adalah bagian penting dari sejarah kemerdekaan Indonesia, yang kini hidup dalam kondisi yang sebagian besar memprihatinkan.
Ketua Umum Putera Pejuang Penerus Bangsa (P3B) Riau, Fadila Saputra, menyampaikan keprihatinannya terhadap minimnya dukungan yang diberikan oleh Dinas Sosial Provinsi Riau. Ia menilai dinas tersebut kurang tanggap dan kurang peduli terhadap para pejuang kemerdekaan yang seharusnya menjadi prioritas dalam kebijakan perlindungan sosial.
“Kita minta Dinas Sosial Provinsi Riau memberikan perhatian khusus kepada para pejuang dan pahlawan RI di Riau,” tegas Fadil, yang juga merupakan Putera Pejuang NKRI.
Fadil menyebutkan bahwa dirinya telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, namun hasilnya masih nihil. Ia bahkan mengaku kesulitan untuk bertemu langsung dengan kepala dinas tersebut dan hanya diarahkan kepada staf-staf di bawahnya.
“Sampai hari ini, proses bantuan untuk para veteran masih jalan di tempat. Saya sudah minta waktu untuk bertemu langsung, tapi tidak direspons. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.
Fadil menyatakan dirinya juga telah melaporkan langsung situasi tersebut kepada Gubernur Riau, Abdul Wahid, serta kepada Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Menurutnya, Gubernur Wahid sendiri menunjukkan respon positif dan kepedulian besar terhadap nasib para veteran, namun arahan gubernur tersebut tidak sepenuhnya dijalankan oleh satuan kerja terkait.
“Gubernur sangat peduli, beliau responsif. Tapi kalau perintahnya tidak dijalankan oleh dinas, maka harus ada evaluasi. Jangan sampai visi besar pemimpin Riau terhambat oleh kelambanan atau ketidakpekaan bawahannya,” tegas Fadil.
Ia berharap momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 tahun ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah, bahwa penghargaan kepada para pahlawan bukan hanya dalam bentuk seremoni atau pidato, tetapi melalui aksi nyata dan kebijakan yang berpihak.**
Editor : Ricky Sambari
(Redaksi/RH)
What's Your Reaction?




