Ketua FPR Riau Kunjungi Mabes Polri, Dorong Budaya Pelaporan Hukum yang Profesional dan Bermartabat

Jul 3, 2025 - 06:52
 0  17
Ketua FPR Riau Kunjungi Mabes Polri, Dorong Budaya Pelaporan Hukum yang Profesional dan Bermartabat

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA - Ketua Forum Pemimpin Redaksi (FPR) Riau, Rahmat Handayani, melakukan kunjungan resmi ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Kamis (3/7/2025). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari inisiatif strategis FPR Riau dalam mendorong budaya pelaporan hukum yang profesional, terukur, dan berlandaskan tanggung jawab sosial.

Dalam keterangannya kepada awak media, Rahmat menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai tata kelola pelaporan hukum yang efektif dan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh aparat penegak hukum, khususnya di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

“Hari ini saya hadir ke Mabes Polri untuk berdiskusi dan berbagi pandangan tentang tata cara pelaporan yang sempurna, supaya ketika laporan masuk, aparat bisa langsung menindaklanjutinya tanpa celah,” ujar Rahmat kepada wartawan usai pertemuan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mabes Polri.

Ia menuturkan bahwa selama kunjungan tersebut, dirinya memperoleh banyak informasi penting, termasuk tentang struktur penyusunan laporan, pentingnya kelengkapan alat bukti, hingga cara menyampaikan kronologi permasalahan dengan baik dan sistematis.

“Saya dapat banyak pelajaran penting, mulai dari bagaimana menyusun laporan, menyertakan bukti yang relevan, hingga bagaimana menyampaikan permasalahan secara runtut. Ini sangat bermanfaat, apalagi bagi masyarakat yang ingin melaporkan sesuatu namun masih bingung prosedurnya,” jelasnya.

Rahmat menggarisbawahi bahwa persoalan hukum bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Ia berharap masyarakat sipil, termasuk LSM, OKP, dan Ormas, dapat memahami bahwa pelaporan yang baik harus dibarengi dengan data dan narasi hukum yang kuat.

Lebih jauh, Ketua FPR Riau itu menegaskan komitmennya untuk menjadikan forum yang dipimpinnya sebagai jembatan informasi dan edukasi hukum bagi publik. Ia menyadari bahwa tidak sedikit warga yang memiliki keberanian melapor, namun sering kali tidak memahami cara yang tepat untuk melakukannya.

“Banyak masyarakat yang punya keberanian melapor, tetapi kurang memahami bagaimana caranya. Ini yang ingin kami ubah. Saya ingin masyarakat tahu, bahwa mereka tidak sendiri, dan negara hadir melalui aparat hukum yang siap menindaklanjuti jika laporan disampaikan dengan baik,” tegas Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat menyerukan kepada publik untuk tidak takut menyuarakan kebenaran. Menurutnya, pelaporan tidak harus dimaknai sebagai tindakan memusuhi pihak lain, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga nilai keadilan dan kebenaran.

“Melaporkan bukan berarti memusuhi. Tapi ini bentuk keberanian menjaga kebenaran. Mari kita bangun budaya pelaporan yang sehat, tidak asal tuduh, tapi juga tidak diam ketika ada ketidakadilan,” ujarnya memberi semangat.

Kunjungan ini akan menjadi titik awal dari rangkaian kegiatan edukatif yang dirancang FPR Riau ke depan. Dalam waktu dekat, forum ini akan menggelar pelatihan dan diskusi publik mengenai literasi hukum bagi jurnalis, aktivis, serta masyarakat umum di Riau dan sekitarnya.

Dengan semangat keberanian dan kepedulian terhadap keadilan sosial, Rahmat Handayani menginginkan agar pelaporan hukum tidak lagi menjadi hal yang menakutkan atau rumit. Sebaliknya, ia ingin membangun pemahaman bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan keadilan—dengan cara yang benar, terhormat, dan berdasar hukum.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow