Jasa Raharja Dukung Sekolah Rakyat: Wujudkan Pendidikan Karakter dan Keselamatan Jalan Sejak Dini

Aug 23, 2025 - 11:47
 0  16
Jasa Raharja Dukung Sekolah Rakyat: Wujudkan Pendidikan Karakter dan Keselamatan Jalan Sejak Dini

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA – Jasa Raharja memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan yang menekankan kombinasi antara pendidikan formal, pembinaan karakter, serta keterampilan hidup dalam ekosistem berasrama. Program ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi, sekaligus menanamkan nilai keselamatan lalu lintas sejak usia dini.

Program Sekolah Rakyat diinisiasi oleh Kementerian Sosial RI dan mulai berjalan pada Tahun Ajaran 2025/2026 di seluruh Indonesia. Tercatat sebanyak 159 lokasi sekolah disiapkan dengan kapasitas 15.370 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga kependidikan.

Anak-anak yang menjadi siswa Sekolah Rakyat merupakan prioritas dari keluarga Desil 1–2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi dilakukan secara ketat melalui tahapan administrasi, tes potensi akademik, psikotes, kunjungan rumah, wawancara orang tua, hingga pemeriksaan kesehatan.

Plt. Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, menegaskan bahwa dukungan perusahaan tidak hanya soal akses pendidikan yang setara, tetapi juga menyangkut keselamatan di jalan raya.

“Lewat dukungan terhadap Sekolah Rakyat, kami ingin memastikan anak-anak memahami risiko di jalan raya dan tumbuh menjadi pelopor keselamatan bagi dirinya dan orang lain,” ujar Dewi.

Jasa Raharja menempatkan Sekolah Rakyat sebagai sarana strategis dalam pendidikan keselamatan jalan (road safety) sejak dini. Program ini mengajarkan kebiasaan baik, mulai dari penggunaan helm berstandar SNI dan sabuk pengaman, etika pejalan kaki dan pesepeda, hingga keterampilan menolong dengan benar saat terjadi kecelakaan.

Langkah ini sejalan dengan Program Monitoring dan Evaluasi Diseminasi (Monev Diseminasi) Korlantas Polri, yang mendorong penumbuhan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini melalui jalur formal maupun nonformal. Materi keselamatan lalu lintas diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PPKn di jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta kegiatan diseminasi di berbagai daerah.

Pada Agustus–September 2025, program Monev Diseminasi akan dilaksanakan di wilayah Polda Banten, Kalimantan Selatan, dan Jambi. Dalam kesempatan ini, Jasa Raharja akan berkontribusi melalui penyusunan modul, pelatihan fasilitator, hingga praktik keselamatan berbasis komunitas sekolah.

Urgensi pendidikan keselamatan jalan ditegaskan melalui data kecelakaan. Sepanjang tahun 2024, terjadi 227.435 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia, dengan 56.526 kasus di antaranya melibatkan anak-anak.

“Keselamatan adalah ekosistem. Ketika anak memahami tata tertib, guru memberi teladan, dan orang tua mendukung, maka angka insiden bisa ditekan,” jelas Dewi.

Dengan semangat kolaborasi bersama Korlantas Polri, Jasa Raharja menyatakan komitmennya untuk mengawal Sekolah Rakyat hingga mampu melahirkan generasi muda Indonesia yang cerdas, berkarakter, disiplin, dan berdaya saing.

“Pendidikan keselamatan yang dimulai sejak dini akan menjadi bekal berharga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan Indonesia yang lebih aman serta berkeselamatan di masa depan,” tutup Dewi. **

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow