Granat Aktif Ditemukan di Rumah Pensiunan TNI, Gegana Ledakkan di Mangunan
RAHMADNEWS. COM | SLEMAN — Warga Dusun Mangunan, Kalurahan Caturharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digegerkan dengan penemuan sebuah granat tangan yang diduga masih aktif di rumah seorang pensiunan TNI. Benda berbahaya yang disebut berjenis “granat mangga” itu akhirnya diledakkan secara terkendali oleh tim penjinak bom (Jibom) dari Gegana Polda DIY pada Senin (13/4/2026) siang.
Proses disposal atau peledakan terkontrol dilakukan di lapangan Selayur, Mangunan, Caturharjo, dengan standar pengamanan tinggi untuk menghindari risiko terhadap warga sekitar.
Pelaksana Sementara Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan adanya penemuan granat tersebut. Ia menjelaskan, granat ditemukan pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah seorang perempuan berinisial RRS (70).
Menurut Argo, penemuan itu bermula ketika anak menantu RRS yang berprofesi sebagai anggota TNI berinisial S (47) melihat benda mencurigakan di rumah tersebut. Ia kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat teritorial setempat.
“Sekitar pukul 19.00 WIB, yang bersangkutan menghubungi Babinsa Caturharjo. Informasi itu kemudian diteruskan ke Bhabinkamtibmas serta Polsek Sleman,” jelas Argo saat dihubungi wartawan.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Sleman langsung berkoordinasi dengan tim Gegana untuk penanganan lebih lanjut. Demi alasan keamanan, benda yang diduga granat tersebut sempat diamankan dan dititipkan di Mapolresta Sleman dengan prosedur standar pengamanan sesuai SOP Jibom Brimob.
“Barang yang diduga granat kemudian diamankan di Polresta Sleman dengan standar pengamanan sesuai SOP dari Jibom Brimob,” ujarnya.
Keesokan harinya, tim Jibom dari Brimob Polda DIY melakukan peledakan terkendali sekitar pukul 11.00 WIB di lokasi yang telah disterilkan.
Dari keterangan yang diperoleh petugas, granat tersebut diketahui merupakan barang lama yang disimpan oleh almarhum SU, suami RRS, yang merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat.
Menariknya, keberadaan granat itu sebenarnya sudah diketahui keluarga sejak 22 Maret lalu. Namun karena bertepatan dengan momentum Hari Raya Idulfitri, temuan tersebut belum sempat dilaporkan kepada pihak berwenang.
Pihak kepolisian pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh temuan benda-benda mencurigakan yang berpotensi bahan peledak.
“Kami mengimbau masyarakat, apabila menemukan benda yang dicurigai sebagai granat atau bahan peledak lainnya, agar tidak panik. Jangan menyentuh atau mengotak-atik benda tersebut. Segera amankan area dan laporkan kepada kepolisian terdekat,” pungkas Argo.**
What's Your Reaction?




