Gerakan Beli Indonesia: Menghidupkan Nasionalisme Ekonomi dalam Tantangan Globalisasi

Apr 13, 2025 - 08:00
 0  42
Gerakan Beli Indonesia: Menghidupkan Nasionalisme Ekonomi dalam Tantangan Globalisasi
. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA - Di tengah gejolak proteksionisme global, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga kestabilan ekonomi domestik. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, dan Kanada semakin agresif melindungi pasar mereka dengan kebijakan antidumping dan proteksionisme. Namun, Indonesia masih membuka diri terlalu lebar, hingga pasar domestik justru dikuasai oleh produk impor.

Menurut Dr. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, kondisi ini telah menyebabkan kehancuran bagi sektor-sektor industri strategis di tanah air. Sektor tekstil yang pernah menjadi tulang punggung ekonomi nasional mengalami kemunduran, dengan lebih dari 60 perusahaan tekstil tutup, dan 14.000 tenaga kerja kehilangan pekerjaan. Begitu juga dengan pabrik baja nasional yang bangkrut karena kalah bersaing dengan baja impor yang lebih murah.

Kondisi ini diperparah dengan adanya barang-barang ilegal yang masuk ke pasar Indonesia, seperti pakaian bekas, yang semakin merugikan usaha kecil dan menengah (UMKM). "UMKM pun megap-megap, omzet turun hingga 60%. Produk impor bahkan pakaian bekas ilegal bebas beredar di pasar," ungkap Heppy Trenggono.

Keterbukaan Ekonomi yang Terlalu Luas

Heppy menilai bahwa ketergantungan Indonesia pada produk asing menjadi ironis, mengingat Indonesia memiliki lebih dari 280 juta penduduk, yang menjadikannya pasar domestik terbesar keempat di dunia. Namun, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara maksimal karena masyarakat lebih memilih membeli barang-barang asing ketimbang produk dalam negeri.

Seiring dengan perkembangan tersebut, Heppy mencontohkan bagaimana BUMN Merpati membeli pesawat MA 60 dari China yang kemudian jatuh satu per satu, meskipun Indonesia memiliki perusahaan pesawat seperti IPTN yang seharusnya bisa memproduksi pesawat yang lebih baik. Fenomena serupa juga terlihat pada program mobil nasional yang meskipun mendapat perhatian besar di awal, namun akhirnya gagal terealisasi dalam praktik.

Gerakan Beli Indonesia: Menumbuhkan Semangat Nasionalisme Ekonomi

Sebagai respons terhadap persoalan ini, Heppy Trenggono mencetuskan Gerakan Beli Indonesia sejak 2011. Gerakan ini bukan sekadar kampanye belanja, tetapi sebuah gerakan moral dan ekonomi yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap produk dalam negeri dan membangkitkan semangat nasionalisme ekonomi. Gerakan ini sudah diterapkan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Kulon Progo, yang berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 6,25% dalam satu tahun berkat implementasi Gerakan Beli dan Bela Kulon Progo.

"Gerakan Beli Indonesia adalah gerakan kebangsaan yang bertujuan untuk membangkitkan karakter bangsa, menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, serta meningkatkan kesadaran untuk membeli produk dalam negeri sebagai bentuk bela bangsa," kata Heppy Trenggono.

Tantangan Global dan Pentingnya Konsolidasi Ekonomi Nasional

Heppy mengingatkan bahwa dalam situasi global yang semakin tidak ramah dan ekonomi dunia yang tidak pasti, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dengan sumber daya alam yang melimpah dan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengkonsolidasikan kekuatan konsumsi nasional dan membangun benteng ekonomi dari dalam negeri.

"Sama seperti gerakan Buy American di Amerika atau Swadeshi di India yang berhasil mengubah arah sejarah ekonomi negara mereka, Gerakan Beli Indonesia bisa menjadi tonggak kemandirian ekonomi Indonesia," ungkap Heppy Trenggono.

Peran Pemimpin dan Masyarakat dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi

Heppy juga menekankan bahwa untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, peran pemimpin nasional sangat penting. Presiden Indonesia, kata Heppy, harus menjadi pemimpin moral yang mendorong seluruh elemen bangsa untuk terlibat dalam gerakan ini. "Gerakan Beli Indonesia perlu dilakukan sebagai salah satu strategi nasional untuk menavigasi arah pembangunan ekonomi. Dengan Presiden sebagai pemimpin moral dan seluruh elemen bangsa sebagai penggeraknya, kita akan membangun benteng ekonomi dari dalam," katanya.

Dengan ini, Heppy berharap bahwa Gerakan Beli Indonesia tidak hanya menjadi slogan semata, tetapi menjadi gerakan nyata yang bisa mengubah wajah ekonomi Indonesia menjadi lebih mandiri dan berdaulat.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Red/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow