Fenomena Penghapusan Berita di Media Menjadi Perhatian Serius di Riau

Mar 16, 2025 - 03:13
 0  50
Fenomena Penghapusan Berita di Media Menjadi Perhatian Serius di Riau
Ketua Forum Pemimpin Redaksi (FPR) Riau, Rahmat Handayani, dalam acara pelatihan jurnalistik di Khas Hotel

RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU - Maraknya praktik penghapusan berita yang sudah ditayangkan di berbagai media belakangan ini menjadi perhatian serius bagi dunia jurnalistik di Riau. Fenomena ini memicu keprihatinan banyak pihak, terutama di kalangan jurnalis, yang khawatir akan dampaknya terhadap citra profesi dan kepercayaan publik terhadap media.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi (FPR) Riau, Rahmat Handayani, dalam acara pelatihan jurnalistik di Khas Hotel, menyampaikan keprihatinannya terkait fenomena tersebut.

Ia menilai praktik penghapusan berita tanpa alasan yang jelas, terutama yang disebabkan oleh intervensi pihak tertentu, berpotensi merusak integritas media dan mengkhianati tugas pers sebagai pilar keempat demokrasi.

“Jurnalisme yang bertanggung jawab harus menjunjung tinggi prinsip independensi, keberimbangan, dan kebenaran informasi. Jika berita yang sudah tayang tiba-tiba hilang tanpa penjelasan, itu akan memunculkan spekulasi negatif di masyarakat dan merusak kredibilitas wartawan,” ujar Rahmat Handayani.

Rahmat juga menegaskan bahwa media harus tetap teguh pada kebenaran dan tidak boleh tunduk pada tekanan eksternal yang berusaha membungkam informasi yang seharusnya disampaikan kepada publik. Ia mengingatkan agar jurnalis bekerja dengan profesionalisme tinggi dan selalu mengedepankan kode etik.

Sebagai langkah konkret, Forum Pemred Riau (FPR) berencana menambah jadwal diskusi dan pelatihan untuk wartawan. Hal ini bertujuan memperkuat pemahaman tentang etika jurnalistik dan tanggung jawab media dalam menjaga kredibilitas.

Rahmat Handayani berharap agar semua pihak, baik media, jurnalis, maupun pemilik kepentingan lainnya, dapat bersama-sama menjaga independensi pers demi kepentingan publik yang lebih luas. 

“Jika kita ingin menjaga marwah jurnalisme, maka kita harus berani mempertahankan berita yang sudah melalui proses verifikasi yang benar dan bukan menjadi alat kepentingan segelintir pihak.” pungkasnya

Liputan  :  Ricky Sambari

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow