Buka Puasa Bersama Polres Bengkalis Tuai Sorotan, Sejumlah Organisasi Pers Pertanyakan Prinsip Keadilan Kemitraan
RAHMADNEWS. COM | BENGKALIS – Agenda buka puasa bersama yang digelar Polres Bengkalis pada Sabtu (22/2/2026) bersama salah satu organisasi wartawan memantik respons kritis dari sejumlah organisasi pers lainnya di daerah tersebut. Kegiatan yang sejatinya sarat makna kebersamaan di bulan suci Ramadhan itu dinilai menyisakan persoalan dalam aspek keadilan serta pola kemitraan yang inklusif.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bengkalis, Muktarudin Nasution. Ia menilai kepemimpinan Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, belum sepenuhnya mencerminkan pelibatan yang merata terhadap seluruh organisasi pers yang aktif di Kabupaten Bengkalis.
Menurut Muktarudin, institusi kepolisian sebagai penegak hukum di daerah semestinya membangun komunikasi yang inklusif serta menjalin sinergi secara proporsional dengan semua elemen masyarakat, termasuk organisasi wartawan dari berbagai latar belakang dan afiliasi.
“Kami tetap menerima rilis dari Humas Polres Bengkalis. Namun dalam kegiatan buka puasa bersama, pemberitahuan hanya diberikan kepada satu organisasi. Apakah kami tidak lagi dianggap sebagai mitra?” ujarnya kepada media ini, Minggu (23/2/2026).
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Ramadhan yang menjunjung tinggi persaudaraan, kebersamaan, serta saling menghormati, seharusnya terwujud tidak hanya dalam seremoni simbolik, tetapi juga dalam praktik kelembagaan yang mencerminkan keterbukaan dan kesetaraan.
Menurutnya, ketidakmerataan pelibatan dalam agenda resmi institusi berpotensi menimbulkan kesan eksklusivitas di tengah komunitas pers. Jika dibiarkan, hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu harmoni kemitraan yang selama ini telah terjalin antara aparat penegak hukum dan insan pers di Kabupaten Bengkalis.
Kabupaten dan Kecamatan Bengkalis, lanjutnya, memiliki sejumlah organisasi wartawan yang aktif dan profesional, seperti PWRI, PWMOI, JMSI, ASWIN, AWI, AJOI, serta Forwalis (Forum Wartawan Pulau Bengkalis). Organisasi-organisasi tersebut dinilai memiliki kapasitas, legitimasi, dan dedikasi yang setara dalam mendukung pembangunan daerah melalui kerja jurnalistik yang independen, kritis, dan bertanggung jawab.
“Kegiatan tersebut pada dasarnya baik dan bermanfaat sebagai ruang silaturahmi. Namun terkesan belum mencerminkan prinsip keterbukaan yang menyeluruh. Masih ada ruang perbaikan agar kebersamaan benar-benar dirasakan semua pihak,” jelasnya.
Ia berharap ke depan jajaran Polres Bengkalis dapat memperkuat komitmen terhadap prinsip keadilan, transparansi, dan kesetaraan dalam membangun kemitraan dengan seluruh organisasi pers tanpa kecuali. Relasi yang sehat antara aparat penegak hukum dan insan pers, tegasnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga akuntabilitas publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Momentum Ramadhan, menurut Muktarudin, seharusnya menjadi ruang refleksi bersama bahwa nilai kebersamaan tidak cukup diwujudkan dalam seremoni tahunan, tetapi juga harus tercermin dalam kebijakan dan pola komunikasi yang inklusif.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Bengkalis belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan yang disampaikan sejumlah organisasi pers tersebut.**
What's Your Reaction?




