Sindikat Curanmor Teror Kulim, Pelataran Masjid Jadi Sasaran Polisi Didesak Bertindak Tegas
RAHMADNEWS. COM | PEKANBARU – Gelombang pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, kian meresahkan warga. Sepanjang Maret 2026, puluhan kendaraan bermotor dilaporkan raib digasak pelaku yang diduga beraksi secara terorganisir dengan pola yang kian rapi dan terencana.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, pelaku tidak lagi memilih lokasi secara acak. Area yang selama ini dianggap aman, termasuk pelataran masjid saat waktu ibadah, justru menjadi sasaran empuk. Modus operandi pelaku disebut-sebut menggunakan dua unit sepeda motor saat beraksi, memperlihatkan pola kerja yang terstruktur dan terlatih.
Kondisi ini memantik perhatian serius dari Ketua Umum DPP Pejuang Suara Rakyat, Rahmat Handayani. Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas, terukur, dan sistematis dalam menangani maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor di Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Kulim.
Menurut Rahmat, situasi ini menjadi ujian nyata bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas melindungi dan mengayomi masyarakat. Ia menilai, jika tidak ada tindakan konkret dalam waktu dekat, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Polda Riau terhadap kinerja jajaran di bawahnya, mulai dari tingkat Polresta Pekanbaru hingga Polsek Kulim.
“Ini adalah momentum untuk menguji keseriusan aparat dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jika tidak ada langkah nyata, maka evaluasi menyeluruh perlu dilakukan,” tegas Rahmat.
Ia juga menilai, maraknya kehilangan dalam waktu singkat mengindikasikan bahwa pelaku bukan pencuri biasa, melainkan sindikat spesialis curanmor yang memiliki jaringan dan perencanaan matang. Indikasi ini diperkuat dengan banyaknya laporan kehilangan yang memiliki pola serupa.
Rahmat turut mengungkap laporan terbaru dari warga di Kelurahan Pebatuan, tepatnya di RW 10, di mana insiden pencurian terjadi di Masjid Mahabbah saat waktu salat subuh. Sepeda motor milik salah satu jamaah dilaporkan hilang saat ditinggalkan untuk beribadah.
“Kasus ini bukan yang pertama. Sudah puluhan kendaraan hilang di wilayah Kecamatan Kulim. Ini menunjukkan adanya pola dan kemungkinan jaringan pelaku yang terorganisir,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Rahmat kembali menekankan pentingnya langkah cepat dari pihak kepolisian, khususnya Polda Riau, untuk segera membongkar dan menindak sindikat pencurian kendaraan bermotor yang telah menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat.
“Jika tidak mampu menumpas para pelaku, maka integritas penegakan hukum bisa dipertanyakan di Bumi Lancang Kuning,” tutupnya saat ditemui di Sekretariat Jalan Sepakat, Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim, Sabtu (28/03/2026).**
What's Your Reaction?




