Setoran Dividen PT SPRH Rokan Hilir Rp293 Miliar Dipertanyakan, Transparansi Dana Disorot

Mar 20, 2025 - 05:05
 0  35
Setoran Dividen PT SPRH Rokan Hilir Rp293 Miliar Dipertanyakan, Transparansi Dana Disorot
PT SPRH, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rokan Hilir

RAHMADNEWS. COM | BAGANSIAPIAPI – PT SPRH, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rokan Hilir, mengklaim telah menyetorkan dividen sebesar Rp293,67 miliar ke kas daerah pada tahun 2024. Direktur Utama PT SPRH, Rahman SE, menyatakan bahwa setoran ini merupakan kontribusi signifikan BUMD terhadap keuangan daerah.

"Untuk diketahui, kami telah melakukan setoran dividen ke kas daerah sejumlah Rp293 miliar lebih di tahun kemarin," kata Rahman pada Rabu (19/3/2025). Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025, PT SPRH kembali menyetor dividen sebesar Rp38 miliar.

Menurut Rahman, setoran dividen terbesar ini terjadi sejak ia menjabat sebagai Direktur Utama PT SPRH, dengan rincian setoran sebagai berikut:

5 Februari: Rp70 miliar

2 April: Rp65 miliar

14 Mei: Rp20 miliar

16 Desember: Rp50 miliar

30 Desember: Rp88,66 miliar

Namun, laporan keuangan PT SPRH baru-baru ini mendapat perhatian dan sorotan dari seorang sumber yang enggan disebutkan namanya. Sumber tersebut mempertanyakan transparansi dana, terutama mengenai sisa dana sebesar Rp109 miliar yang belum dijelaskan peruntukannya.

"Uang PI (Participating Interest) sebesar Rp488 miliar dipotong yang disebut dividen Rp293 miliar, berarti masih ada sisa Rp195 miliar. Dari jumlah itu, dipotong lagi untuk stok di beberapa bank sebesar Rp86 miliar, sehingga masih ada sisa Rp109 miliar. Ke mana dana ini dialokasikan?" tanyanya.

Sumber tersebut juga meragukan klaim dividen yang disetor ke kas daerah, mengingat PT SPRH diketahui hanya mengelola unit usaha SPBU yang kabarnya mengalami kerugian, bahkan sempat meminjam modal dari PT SPRH.

Asisten II Pemkab Rokan Hilir Soroti Polemik

M. Nur Hidayat, Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Rokan Hilir, menanggapi polemik ini dan menekankan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam pengelolaan PT SPRH, namun hanya memberikan masukan melalui Kepala Bagian Ekonomi yang menjabat sebagai Komisaris Utama. Hidayat menyesalkan pemberitaan yang berkembang dan menjadi perdebatan di media.

"Saya menyayangkan pemberitaan yang berkembang saat ini akhirnya menjadi perdebatan di media. Orang kan jadi bertanya-tanya, bisnis apa yang dikelola dengan modal hanya Rp6,4 miliar bisa menghasilkan dividen sebesar Rp293,6 miliar," ujar Hidayat.

Ia menambahkan bahwa pemberitaan harus disampaikan secara lengkap untuk menghindari spekulasi dan kebingungan di masyarakat. "Kalau sepotong-sepotong, akhirnya makin dikejar bagi yang ingin penjelasan lebih," tambahnya.

Hidayat juga memberikan saran kepada PT SPRH agar lebih fokus pada pembenahan administrasi dan keuangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, PT SPRH belum memberikan tanggapan resmi terkait pertanyaan mengenai transparansi penggunaan dana tersebut.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Red/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow