Prabowo: Ada Itikad Baik Kedua Pihak untuk Selesaikan Sengketa Ambalat Secara Damai

Aug 9, 2025 - 02:39
 0  39
Prabowo: Ada Itikad Baik Kedua Pihak untuk Selesaikan Sengketa Ambalat Secara Damai
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Istimewa

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait isu sengketa wilayah maritim antara Indonesia dan Malaysia yang mencakup Blok Ambalat. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa penyelesaian sengketa ini harus dilakukan secara damai, dengan mengedepankan dialog dan semangat persahabatan antara kedua negara serumpun.

“Ada itikad baik dari dua pihak. Intinya kita mau punya penyelesaian baik,” ujar Prabowo di Gedung Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Sabtu (9/8/2025), saat dimintai keterangan mengenai perkembangan sengketa tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan diplomatik yang kembali mengemuka setelah Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa pihaknya akan mempertahankan sepenuhnya kedaulatan Sabah dalam konteks sengketa perbatasan maritim yang melibatkan wilayah laut kaya sumber daya itu.

“Kami akan melindungi setiap jengkal Sabah. Saya akan mempertahankan prinsip ini. Kami akan merundingkannya dengan benar, tanpa menyerah. Ini semua ada dalam pertemuan, bukan hanya pembicaraan rahasia,” kata Anwar dalam sebuah wawancara, dikutip dari Malay Mail.

Sengketa ini berakar pada klaim tumpang tindih terhadap dua blok laut, ND6 dan ND7, yang menurut Malaysia berada di wilayah Laut Sulawesi, sementara Indonesia menyebutnya sebagai bagian dari Blok Ambalat. Wilayah ini dikenal memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar, sehingga menjadi salah satu titik strategis yang diperebutkan.

Hubungan diplomatik terkait isu ini kembali mendapat sorotan sejak 27 Juni 2025, ketika Anwar Ibrahim melakukan kunjungan resmi ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk mengeksplorasi opsi pengelolaan dan pengembangan bersama di wilayah sengketa. Namun, hingga saat ini, belum ada kesepakatan final yang dicapai.

“Diskusi kami dengan Indonesia mengenai Ambalat adalah pertanda persahabatan yang baik. Presiden Prabowo adalah sahabat pribadi dan sahabat keluarga. Saya ingin hubungan ini tetap baik,” ujar Anwar dalam kesempatan terpisah.

Meski pernyataan kedua pemimpin menekankan pentingnya hubungan bilateral yang harmonis, sejumlah pihak menilai proses negosiasi tetap memerlukan kehati-hatian. Sengketa perbatasan maritim seperti ini memiliki dimensi strategis yang tidak hanya menyangkut kepentingan ekonomi, tetapi juga keamanan nasional masing-masing negara.

Sejauh ini, baik Indonesia maupun Malaysia berkomitmen untuk tidak membiarkan perselisihan ini mengganggu hubungan diplomatik yang sudah terjalin lama. Kedua negara juga berjanji untuk terus mengutamakan diplomasi terbuka dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu eskalasi di lapangan.

Dengan adanya sinyal positif dari kedua belah pihak, diharapkan proses perundingan dapat menemukan solusi yang adil, saling menguntungkan, dan mampu menjaga stabilitas kawasan, sekaligus memperkuat persahabatan antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama puluhan tahun.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow