Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Gizi Nasional, Program TJSL Tekan Stunting hingga 75 Persen

Jan 25, 2026 - 21:46
 0  9
Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Gizi Nasional, Program TJSL Tekan Stunting hingga 75 Persen

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026, PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang dijalankan secara berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan di seluruh Indonesia.

Beragam program unggulan TJSL di bidang kesehatan tersebut dirancang secara terintegrasi dan menyasar kelompok rentan, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT), sosialisasi serta pendampingan pencegahan stunting, pelayanan kesehatan dasar, hingga edukasi dan pelatihan penyusunan menu sehat, bergizi seimbang, dan berbasis pangan lokal.

Sepanjang periode 2022 hingga 2025, program-program TJSL Pertamina Patra Niaga telah memberikan manfaat kepada 3.097 penerima manfaat yang terdiri dari 1.782 balita, 217 anak-anak, 331 ibu hamil, 319 lansia, dan 448 masyarakat dewasa, serta menjangkau 28 desa di berbagai wilayah Indonesia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa program TJSL bertajuk Pertamina Sehati di bidang kesehatan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam memperluas akses terhadap layanan kesehatan dasar dan peningkatan pemenuhan gizi.

“Peringatan Hari Gizi Nasional menjadi pengingat penting bahwa kesehatan, khususnya pemenuhan gizi yang baik, merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan solusi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujar Roberth.

Salah satu program unggulan tersebut dijalankan melalui Program Kampung Iklim Pengentasan Stunting di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang berada di wilayah operasional Regional Sumatera Bagian Selatan. Program ini mengintegrasikan pengembangan lingkungan, ketahanan pangan, serta peningkatan kapasitas keluarga melalui pemanfaatan hidroponik dan pengolahan pangan bergizi.

Berdasarkan data awal, tercatat 18 anak yang terindikasi dan hampir terindikasi stunting di wilayah tersebut. Melalui dukungan PMT yang disalurkan ke tiga Posyandu, jumlah anak yang masih terindikasi stunting berhasil ditekan menjadi empat anak, atau mengalami penurunan sekitar 75 persen dari kondisi awal. Hasil panen hidroponik juga dimanfaatkan langsung sebagai bahan PMT bagi balita, sekaligus memperkuat peran ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, di wilayah Jawa, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menjalankan program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Program ini difokuskan pada peningkatan kesehatan masyarakat pesisir melalui intervensi gizi, edukasi kesehatan, serta penguatan peran Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), seperti PAUD Bunga Seroja dan PAUD Nyi Mas Ayu.

Berdasarkan data desa setempat, jumlah balita stunting di wilayah Balongan menunjukkan tren penurunan, dari 32 kasus pada 2024 menjadi 30 kasus pada 2025, seiring dengan intensifnya penyuluhan dan pelatihan kesehatan yang mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.

Roberth menambahkan, seluruh program TJSL di bidang kesehatan yang berfokus pada pemenuhan gizi tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

“Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat Indonesia,” tutupnya.**

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow