Pertamina Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global Lewat Program Pertapreneur Aggregator

Sep 20, 2025 - 07:50
 0  12
Pertamina Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global Lewat Program Pertapreneur Aggregator

RAHMADNEWS.COM | JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global. Melalui program Pertapreneur (Pertamina Entrepreneur) Aggregator, perusahaan energi pelat merah ini berhasil membawa ratusan UMKM naik kelas dengan dukungan teknis, manajerial, serta akses pasar internasional.

Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah melibatkan sedikitnya 300 UMKM potensial dari berbagai sektor. Langkah ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina yang berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

“Program Pertapreneur Aggregator sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, yakni menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).

Salah satu contoh nyata keberhasilan program ini adalah Kainnesia (Kain Tenun Indonesia), pemenang Pertapreneur Aggregator 2024. Perusahaan rintisan yang didirikan Nur Salam ini berhasil menggandeng ratusan penenun dari berbagai daerah dan membawa produk tenun nusantara menembus pasar internasional.

Nur Salam yang juga menjabat sebagai CEO Kainnesia menjelaskan, melalui Pertapreneur Aggregator, dampak positif yang tercipta tidak hanya untuk Kainnesia, tetapi juga bagi jaringan UMKM binaannya. Saat ini terdapat 37 UMKM mitra dengan total tenaga kerja lebih dari 400 orang.

“Semua ini menjadi bukti nyata bahwa program Pertapreneur Aggregator mampu mendorong pertumbuhan menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya bagi Kainnesia tetapi juga UMKM lain yang kami bina,” ucap Nur.

Produk Kainnesia telah tampil dalam berbagai pameran internasional, mulai dari Osaka World Expo Japan 2025, Korea Import Fair di Seoul, Jogja Fashion Week 2025, hingga Inacraft 2025. Dari ajang tersebut, Kainnesia berhasil menjalin komunikasi dengan sejumlah buyer internasional, termasuk dari Jepang, Australia, dan Malaysia. Bahkan, buyer asal Malaysia tercatat memesan sarung tenun senilai US$50 ribu.

“Tenun bukan hanya sekadar kain, melainkan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Kami ingin anak muda melihat tenun sebagai bagian dari masa depan,” tambah Nur Salam.

Sementara itu, Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menegaskan bahwa Kainnesia adalah cerminan tujuan utama program Pertapreneur Aggregator.

“Semakin banyak UMKM aggregator, makin luas pula kesempatan UMKM naik kelas, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami berharap UMKM binaan Kainnesia dapat menjadi tentakel ekonomi yang menciptakan nilai tambah lebih besar,” jelas Rudi.

Pertamina, sebagai pemimpin transisi energi nasional, memastikan seluruh upayanya selaras dengan target net zero emission 2060. Program pemberdayaan UMKM seperti Pertapreneur Aggregator menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjalankan praktik Environmental, Social & Governance (ESG) yang berkelanjutan di semua lini bisnis dan operasional.**

Editor  :  Ricky Sambari

(Redaksi/RH) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow